<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768</id><updated>2012-01-18T01:00:07.107-08:00</updated><category term='Anak Perlu Dilatih Menyelesaikan Masalah'/><category term='Guru BP Madrasah Tsanawiyah'/><category term='Hari Jadi Kota Surabaya ke 716'/><category term='UPTD BPS Kecamatan Mulyorejo Kota Surabaya'/><category term='ujian nasional'/><category term='Jawa Timur'/><category term='SMA'/><category term='Hari Anak Nasional'/><category term='Universitas Dar al-Muallimin'/><category term='pendidikan karakter'/><category term='SMP'/><category term='qurrota a’yun'/><category term='Cinta Ada di Rumah'/><title type='text'>DUNIA PENDIDIKAN KITA</title><subtitle type='html'>Blog ini berisi artikel-artikel tentang pendidikan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-371617976577089119</id><published>2012-01-04T22:52:00.000-08:00</published><updated>2012-01-04T22:55:17.589-08:00</updated><title type='text'>Anak-anak Butuh Imunitas</title><content type='html'>Maka sesungguhnya di samping kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya di samping kesulitan ada kemudahan. Karena itu, bila engkau telah selesai dari satu pekerjaan, maka kerjakan pula pekerjaan berikutnya. (Q.S Al-Insyirah: 5-7)&lt;br /&gt;Banyak hal yang perlu dijadikan pelajaran di dalam kehidupan sehari-hari ini. Ada pelajaran dari kegagalan dan ada pelajaran dari kesuksesan. Ada pelajaran dari diri sendiri dan ada pelajaran dari orang lain. Bahkan banyak pula kita mengambil pelajaran dari lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;Ada pelajaran yang bisa diambil dari kisah di bawah ini. Mungkin kalian pernah membaca atau mendengar cerita di bawah ini. Namun demikian, tidak ada salahnya jika di awal tahun ini kita mencoba mempelajari ulang.&lt;br /&gt;”Ada seekor kupu-kupu yang berada di dalam kepompong. Dalam waktu yang cukup lama, kupu-kupu yang ada di dalam kepompong ini bergerak-gerak untuk keluar dari kepompong. Namun usahanya belum membuahkan hasil, selalu gagal.&lt;br /&gt;Pada waktu yang bersamaan, ada seorang lelaki yang melihat kejadian itu. Dia mencoba mengamati apa yang dilakukan oleh kupu-kupu. Ternyata berjam-jam ditunggu tak juga keluar. Lelaki ini merasa kasihan. Ia mencoba membantu mengeluarkan kupu-kupu dari kepompong.&lt;br /&gt;Lelaki itu mengambil gunting kemudian mengeluarkan kupu-kupu itu dari kepompongnya. Dalam waktu yang singkat kupu-kupu itu keluar dalam keadaan yang lemah tak berdaya. Lelaki ini berharap kupu-kupu ini bisa terbang seperti kupu-kupu lainnya. Tapi kenyataannya, kupu-kupu ini mengalami kesulitan untuk terbang. Bahkan tidak bisa terbang. Kupu-kupu hanya bisa berjalan. Itupun tidak sempurna.”&lt;br /&gt;Cerita di atas sejalan dengan apa yang dibimbingkan oleh Allah kepada manusia. Allah mengajarkan kepada manusia agar tidak menjadi pemalas. Bahkan Allah menjanjikan jika seseorang mengalami kesulitan di awal waktu, pasti aan menemukan kebahagiaan di akhirnya.&lt;br /&gt;Cobalah perhatikan orang-orang yang ada di sekitar kita. Orang-orang yang sukses, bukan berangkat dari kemalasan. Orang-orang sukses memiliki sejarah perjuangan dalam hidup. Perjalanan hidup itulah jejak-jejak yang perlu dipejari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit orang yang hidup dari kalangan keluarga tidak mampu justru menjadi sukses. Sebaliknya, tidak sedikit pula orang yang hidup dari kalangan keluarga sukses, justru terpuruk dalam kesulitan. Sukses dan tidaknya manusia, bukan ditentukan oleh keluarga.&lt;br /&gt;Persoalan yang sering dilupakan oleh orang tua dalam mempersiapkan anak adalah imunitas. Anak-anak saat ini mudah menyerah dan tidak setangguh orang tua, kala berjuang menggapai cita-cita. Anak-anak belum banyak diberi pelajaran tentang pengalaman pahit. Anak-anak sekarang lebih banyak menerima daripada memberi. Anak-anak menjadi konsumtif dan tidak produktif. Anak-anak hidup dalam kondisi serba instan.&lt;br /&gt;Anak-anak yang terbiasa dan terlatih mengisi kegiatan yang baik sejak kecil memiliki modal yang cukup besar. Imunitas (kekebalan) sangat dibutuhkan sejak kecil. Berbeda dengan anak-anak yang serba instan. Apapun sudah tersedia. Ini justru lebih berbahaya jika menghadapi masalah di kemudian hari. Ketangguhannya tidak sehebat mereka yang sudak memiliki kekebalan dalam menghadapi da menyelesaikan masalah.&lt;br /&gt;Dalam sekala nasional bisa dilihat. Bagaimana perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan. Harta, darah, dan nyawa dapat mewujudkan impian menjadi Indonesia merdeka. Tentu atas pertolongan Allah. Itulah perjuangan, setelah bersusah-susah dan berdarah-darah menghadapi kesulitan. Akhirnya berbuah kemuliaan berupa kemerdekaan.&lt;br /&gt;Sebaliknya, sekarang yang terjadi para pemimpin dan penguasa gedung-gedung kehormatan tak setangguh moyangnya. Justru ada kehawatiran yang mendalam. Kemerdekaan yang diraih susah payah akan jadi ajang berebut kekuasaan. Imbasnya adalah generasi akan datang yang tidak bisa menemukan figur panutan. Di layar kaca, di mas media, kekuasaan telah bantak menghancurkan impian masa depan anak-anak kita.&lt;br /&gt;Anak-anak tidak bisa disterilkan dari lingkungan dan pengaruh yang ada. Justru yang penting adalah anak-anak perlu diberi kekebalan. Mereka siap menghadapi tantangan zaman dan tidak terpengaruh dengan potret uram yang ada. Merekalah yang akan mdmperbaiki kondisi yang ada. Anak-anak kelak bukan pemimpin yang instan, tetapi menjadi pemimpin yang tangguh dan bertanggung jawab.&lt;br /&gt;Diterbitkan Majalah Mayara Januari 2012&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-371617976577089119?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/371617976577089119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=371617976577089119' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/371617976577089119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/371617976577089119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2012/01/anak-anak-butuh-imunitas.html' title='Anak-anak Butuh Imunitas'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-5153804601630226474</id><published>2011-12-19T18:40:00.000-08:00</published><updated>2011-12-19T18:44:12.206-08:00</updated><title type='text'>Prestasi Non Akademik</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Prestasi Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya Semester 1&lt;br /&gt;Tahun Pelajaran 2011/2012&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tahun pelajaran 2011/2012 untuk nilai akademik siswa SD dan SMP masuk urutan pertama di Kecamatan Mulyorejo. Adapun untuk tingkat kota, khususnya SD masuk urutan ke 16 dari ribuan sekolah SD negeri maupun swasta di Surabaya. Memasuki tahun pelajaran 2011/2012, bukan hanya akedemik, tetapi juga non akademik. Inilah prestasi non akademik yang sudah diperoleh di semester 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Juara 1 Fashion Show Jawa Timur&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Alhamdulillah, Anak TK Al-Azhar menjadi juara 1 dan harapan 1 dalam lomba Fashion show se Jawa Timur. Lomba yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 Nopember 2011 di Al-Falah Darussalam Sidoarjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Renang, Juara 1 POR Jatim&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sabtu, 26 Nopember 2011 dilaksanakan Pekan Olahraga (POR) Jawa Timur. Setelah lolos tingkat kecamatan, tingkat kota Surabaya, siswa SD Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya berlaga di tingkat Jawa Timur. Alhamdulillah, Renata (kelas V) mendapat medali emas renang. Mudah-mudahan bisa melaju untuk tingkat nasional. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Borong Olimpiade Mata Pelajaran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ahad, 20 Nopember 2011 diadakan olimpiade Bahasa Inggris, Matematika, dan Sains setiap jenjang kelas di Cerefour Ngagel untuk semua jenjang di TK dan SD. Alhamdulillah, Baik TK maupun SD dapat memborong medali. Untuk TK ada 8 medali yang didapatkan. 1 medali emas, 1 medali perunggu, dan 6 juara harapan.&lt;br /&gt;Untuk SD memborong 28 piala. Ada 7 anak mendapat medali emas. Ada 9 siswa mendapat medali perak. Ada 4 siswa mendapat medali perunggu. Selebihnya, 8 siswa mendapat juara harapan. Sungguh luar biasa. Ini salah satu indikator keberhasilan bidang akademik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tae Kwon Do Perak dan Perunggu Jatim&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ahad, 13 Nopember 2011 siswa Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya mengikuti turnamen tae kwon do tingkat Jawa Timur. Melalui persaingan yang ketat, terutama dari luar kota, alhamdulillah, ada tiga medali yang bisa dibawa pulang. M. Rahid Armadiaz (5A) Juara 2 Tae Kwon Do under 39 kg. Pandya Ahmadi Faisal (4B) Juara 2 Tae Kwon Do under 34 kg. Dedaf Banio Hartono (2B) Juara 2 Tae Kwon Do over 31 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Borong 8 Piala di THR&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jum’at, 14 Oktober 2011 diadakan pentas seni UPTD Mulyorejo di THR. Kegiatan ini diikuti semua sekolah di Kecamatan Mulyorejo, mulai TK sampai SMA. Berbagai jenis kesenian dilombakan. Ada tari, nyanyi, puisi, tetembangan, dan geguritan.&lt;br /&gt;Pentas seni menjadi agenda tahunan untuk mengetahui potensi dan bakat di setiap sekolah. Di mulai dari tingkat kecamatan hingga nanti tingkat Kota Surabaya. Tidak menutup kemungkinan, terbaik tingkat kota akan dipersiapkan untuk tingkat Jawa Timur hingga tingkat nasional.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, banyak piala yang dipersembahkan untuk sekolah. Untuk TK Juara 1 lomba menyanyi bersama, juara 2 membaca syair, dan harapan 1 fashion show. Untuk SD juara 1 geguritan, harapan 1 tari anak, dan harapan 1 vokal tunggal. Untuk SMP juara 1 geguritan dan juara 2 vokal tunggal.&lt;br /&gt;Untuk juara 1 lomba menyanyi TK, geguritan SD dan SMP harus bersiap-siap mengikuti final. Semoga menjadi yang terbaik di ajang pentas seni tingkat Kota Surabaya. Selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Juara II Adzan se Jawa Timur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;19 Agustus 2011, siswa SD Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya mendapat juara II lomba Azan. Kegiatan ini diadakan oleh Tabloid nasional “NURANI” diselenggaran di City Tomorrow (Cito). Mukhammad Achid atau yang sering dipanggil Kiki mampu mengalahkan peserta dari daerah Gresik, Sidoarjo dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Juara III Nasyid se-Jawa Timur&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sebuah kebanggaan telah diraih oleh tim Nasyid “ALAZKA VOICE” yang baru dibentuk dua bulan. Mereka mampu bersaing dengan tim nasyid papan atas di Jawa Timur. Dari sentuhan tangan dingin Bapak Adi, siswa SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya tampil prima hingga lolos di babak penyisihan dan akhirnya menjadi juara III se Jawa Timur. Selamat untuk sang juara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Juara 2 Dokter Kecil Mahir Gizi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Alhamdulillah, Siswa SD Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya mendapat juara 2 lomba Dokter Kecil Mahir Gizi tingkat Kota Surabaya. Kegiatan ini diawali dari pelatihan dokter kecil di Malang tanggal 4 sampai 6 Pebruari 2011. Selanjutnya pemantauan mulai bulan Pebruari sampai Maret 2011. Penilaian dilakukan selama bulan Mei 2011.&lt;br /&gt;Ada beberapa materi yang dipantau oleh tim penilai. Selain kreativitas untuk daur ulang, mading tentang kesehatan, juga presentasi penyuluhan tentang kesehatan. Subhanallah, ternyata siswa yang tergabung dalam dokter kecil (Dava Valubia R, Annisa Camalia Anjani, Amelia Febriani Rizky, dan Sultan Tanri Lamoreno) tampil cukup menarik. Selamat untuk dokter kecil SD Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-5153804601630226474?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/5153804601630226474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=5153804601630226474' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/5153804601630226474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/5153804601630226474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2011/12/prestasi-non-akademik.html' title='Prestasi Non Akademik'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-8317079891261122945</id><published>2011-11-29T23:49:00.000-08:00</published><updated>2011-11-29T23:51:22.647-08:00</updated><title type='text'>Keteladanan Dua Generasi</title><content type='html'>Hadirnya Hari Raya Idhul Adha tidak pernah bisa dilepas dari sejarah perjalanan dan keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Dua generasi, orang tua dan anak ini mampu bersinergi di dalam menjalankan ketaatan untuk menghambakan diri kepada Allah sepenuh hati. Hal ini ditunjukkan pada saat menghadapi perintah Allah yang cukup berat.&lt;br /&gt;Perintah itu telah diabadikan Allah di dalam Surat As-Shaffat: 102, “Hai anakku, sesungguhnya aku bermimpi dalam tidurku, bahwa aku menyembelih engkau, maka perhatikanlah bagaiman pendapatmu? Anaknya menjawab: Wahai ayahku, kerjakan apa yang diperintahkan Allah, ayah akan mendapati bahwa aku berhati sabar, insya-Allah”&lt;br /&gt;Dialog yang terdapat pada ayat di atas bukanlah sebuah drama yang sering dijumpai di TV atau panggung pertunjukkan. Dialog di atas merupakan cermin ketulusan dan keluhuran pribadi yang menjadi teladan dari dua generasi. Generasi tua yang ditunjukkan oleh seorang ayah yang bijaksana, Nabi Ibrahim AS dan generasi muda yang ditunjukkan oleh seorang anak yang memiliki kepatuhan, Nabi Ismail AS.&lt;br /&gt;Sebuah keteladanan yang saat ini hampir sulit ditemui di dalam keluarga adalah membangun komitmen ketaatan. Ini tidak lepas dari pengaruh lingkungan yang memang menjauhkan manusia untuk mendekat kepada Allah, terutama dalam membimbing putra-putri tercinta. Selain itu, kesibukan tentang mengejar dunia sering kali lupa tugas utama sebagai hamba Allah untuk senantiasa mengabdi kepada-Nya. “Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”&lt;br /&gt;Berapa kali kita lalui Idul Adha dan berapa kali kita merenungi hikmah dibalik kisah yang penuh makna ini. Lalu bagaimana kualitas hidup kita saat ini? Terutama dalam membangun keluarga yang senantiasa memiliki komitmen untuk taat kepada-Nya. Apakah kehidupan kita meningkat, tetap seperti sebelumnya, atau justru kualitas iman semakin menurun?&lt;br /&gt;Sudah saatnya kita berguru pada nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Hari Raya Idul Adha. Perilaku kesabaran dan kesadaran dalam berkorban untuk memenuhi panggilan Allah. Kegiatan ini bukan sekedar symbol formalitas, tetapi wujud pengorbanan yang tulus ikhlas sebagai bentuk ketaatan untuk menghambakan diri pada-Nya.&lt;br /&gt;Ikhlas memang kata yang ringan untuk diucapkan, tetapi sulit untuk dilaksanakan dengan baik. Namun demikian perlu untuk tetap diusahakan karena bagaimanapun juga ikhlas menjadi penentu dalam setiap perilaku. Ikhlas tumbuh dari sebuah niat karena niat sebagi pengikat amal manusia. Ketika niat sudah salah, maka hasilnya akan bermasalah.&lt;br /&gt;Seorang ulama, Sufyan Ats-Tsauri, “Sesuatu yang paling sulit bagiku untuk aku luruskan adalah, karena begitu seringnya niat itu berubah-ubah.” Ini artinya, kita bisa tetap waspada terhadap niat kita. Begitu ada perubahan niat yang mengarah pada hal-hal yang kurang baik, maka segeralah untuk diluruskan.&lt;br /&gt;Kembali pada persoalan sinerginya dua generasi, generasi tua dan generasi muda. Islmail sebagai wakil dari generasi muda menjadi sosok manusia yang memiliki kepatuhan terhadap orang tua. Ini bukan karena apa, tetapi tidak lepas dari orang tua yang bisa menjadi teladan. Ibrahim yang mewakili generasi tua begitu dekat dengan Allah. Meskipun beliau memiliki kekuasaan untuk melakukan apa saja yang ia mau, termasuk untuk menyembelih putranya, tetapi dengan bahasa yang santun hal itu disampaikan kepada putranya. Lebih-lebih, kedua orang tuanya begitu dekat dengan Allah.&lt;br /&gt;Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim AS adalah sosok perempuan yang dekat dengan Allah SWT dan memiliki tanggung jawab yang besar terhadap putranya. Saat Ibrahim kecil kehausan di tengah padang pasir, Siti Hajar berlari mencari air minum dari bukit Sofa ke bukit Marwah berulang-ulang. Namun usaha itu tidak ditemui hingga akhirnya dari kaki Ismail keluarlah mata air yang jernih. Itulah air zam-zam yang menjadi oleh-oleh bagi jamaah haji hingga saat ini. Kejadian itu semua diabadikan dalam rangkaian kegiatan Haji di Tanah Suci.&lt;br /&gt;Anak adalah rantai generasi yang akan melanjutkan agenda orang tua. Jika kemuliaan tidak dibangun dan dicontohkan oleh orang tua kepada anak, lalu ke mana anak harus belajar tentang kebenaran. Justru dari orang tualah anak akan bisa mengabadikan kebenaran itu. Boleh jadi anak tidak taat kepada orang tua, tetapi percayalah bahwa anak akan selalu mengikuti perilaku orang tua. Jika orang tua bisa memberikan keteladanan, memberikan contoh-contoh perilaku yang mulia, maka anak akan mengikutinya. Sebaliknya, ketika nilai-nilai kemuliaan mulai ditinggal, bersamaan itu pula anak akan menjauh dari nilai-nilai kemuliaan.&lt;br /&gt;Pendidikan anak menjadi persoalan yang perlu diseriusi. Perilaku anak cermin dari pendidikan yang dibangun oleh orang tua, baik yang ada di rumah maupun pendidikan di sekolah. Pendidikan di rumah menjadi tanggung jawab orang tua. Perilaku orang tualah yang banyak mewarnai perilaku anak. Sedangkan di sekolah, guru memegang peranan yang sangat strategis dalam membentuk perilaku anak. Anak yang sejak lahir memiliki kecenderungan berperilaku baik perlu dikawal dengan baik pula. Tentunya keteladanan sebagai kata kunci. Dengan demikian, kita akan melahirkan generasi seperti Nabi Ibrahim AS yang melahirkan generasi Ismail AS yang sama-sama memiliki komitmen ketaatan dalam mengabdikan diri kepada Allah dengan sepenuh hati.&lt;br /&gt;Momen idul Adha perlu dijadikan pelajaran yang berharga. Khususnya bagi umat Islam dalam membangun generasi islami. Generasi yang akan mewarisi semua agenda dalam membangun Negara yang tercinta ini agar menjadi Negara penuh wibawa dengan landasan nilai-nilai kebenaran yang bersumber pada kitab suci. Amin&lt;br /&gt;Dimuat di Majalah Mayara&lt;br /&gt;Oktober 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-8317079891261122945?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/8317079891261122945/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=8317079891261122945' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/8317079891261122945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/8317079891261122945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2011/11/keteladanan-dua-generasi.html' title='Keteladanan Dua Generasi'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-8925088858220890920</id><published>2011-09-18T18:14:00.000-07:00</published><updated>2011-09-20T22:34:45.231-07:00</updated><title type='text'>Selamatkan Anak-Anak Kita!</title><content type='html'>Maraknya pornoaksi, pornografi, korupsi, tawuran antar pelajar, bentrok warga. Ditambah lagi memudarnya nilai kejujuran, hilangnya kesabaran dan daya juang, melemahnya tanggung jawab dan kemandirian anak membuat kita hawatir terhadap generasi mendatang. Ini pula yang dihawatirkan oleh pemerintah terhadap masa depan bangsa ini.&lt;br /&gt;Disinyalir, carut marutnya persoalan di negeri ini disebabkan melemahnya pendidikan karakter:Pendiri Negara , Presiden Soekaro, pernah berpesan bahwa tugas bangsa Indonesia dalam mengisi kemerdekaan adalah mengutamakan pelaksanaan nation and character building. Bahkan beliau wanti-wanti, &lt;em&gt;“Jika pembangunan karakter bangsa tidak berhasil, maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa kuli.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Pemerintah, sejak tahun 2010 telah mencanangkan pendidikan karakter. Diharapkan tahun 2012 ada 25% sekolah di Indonesia sudah menerapkan pendidikan karakter dan untuk tahun 2015 seluruh sekolah di Indonesia bisa mengembangkan sekolah karakter.&lt;br /&gt;Buku “Pendidikan Berbasis Karakter” yang pernah diseminarkan bersama Prof. Dr. Ir. M. Nuh, DEA, (Menteri Pendidikan Nasional) semoga bisa membantu sekolah dalam mengembangkan sekolah karakter. Apalagi dilengkapi dengan buku “Panduan Praktis: Pengembangan Karakter dan Budaya Bangsa”.&lt;br /&gt;Pendidikan karakter tidak hanya dilakukan di sekolah, hanya dilakukan oleh guru. Akan tetapi harus bersinergi dengan rumah, yaitu orang tua dan masyarakat. Pendidikan karakter menjadi tanggung jawab bersama Ketika guru, orang tua, dan masyarakat mampu bersinergi dan memiliki komitmen untuk membangun pendidikan karakter, maka hasilnya akan lebih efektif.&lt;br /&gt;Minimal ada empat hal yang perlu disiapkan di dalam pendidikan karakter:&lt;br /&gt;1) Ada budaya sekolah yang bisa bersinergi dengan budaya rumah dan masyarakat.&lt;br /&gt;2) Pendidikan karakter diintegrasikan di dalam semua mata pelajaran, tentunya ada indikator yang jelas.&lt;br /&gt;3) Pendidikan karakter diintegrasikan di dalam kegiatan pengembangan diri di sekolah.&lt;br /&gt;4) Ada pesan moral, baik yang terucap maupun yang tertulis.&lt;br /&gt;Pada akhirnya akan melahirkan generasi yang tangguh, yang yang memiliki kepribadian unggul dan berkarakter.&lt;br /&gt;Buku Referensi di bawah ini bisa membantu Bapak/Ibu guru untuk mendesign sekolah karakter. Begitu juga untuk pendampingan orang tua di rumah, dan remaja yang ingin hidup sukses.&lt;br /&gt;1. Pendidikan Berbasis Karakter: Sinergi Sekolah dengan Rumah&lt;br /&gt;Tebal buku 184 halaman, harga Rp. 44.000.&lt;br /&gt;2. Panduan Praktis Pengembangan Karakter dan Budaya Bangsa : Sinergi Sekolah dengan rumah&lt;br /&gt;Tebal buku 136 halaman, harga Rp. 33.000.&lt;br /&gt;3. Karakter Guru Masa Depan : Sukses dan Bermartabat&lt;br /&gt;Tebal buku 218 halaman, harga Rp. 44.000.&lt;br /&gt;4. Anakku Penyejuk Jiwaku : Pola Pengasuhan Islami untuk Membangun Karakter Positif Anak. (Referensi untuk orang tua)&lt;br /&gt;Tebal buku 200 halaman, harga Rp. 39.000.&lt;br /&gt;5. Spirit Remaja : Inspirasi Kawula Muda Dambakan Hidup Sukses (Referensi remaja)&lt;br /&gt;Tebal buku 212 halaman, harga Rp. 44.000.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-8925088858220890920?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/8925088858220890920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=8925088858220890920' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/8925088858220890920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/8925088858220890920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2011/09/selamatkan-anak-anak-kita.html' title='Selamatkan Anak-Anak Kita!'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-8768674675836009260</id><published>2011-09-14T23:09:00.000-07:00</published><updated>2011-09-19T21:25:57.861-07:00</updated><title type='text'>Buku Karakter Baru</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-eNvS-rQaud8/TnKaU5wZ2kI/AAAAAAAAAFU/mRjsPvlL1Ic/s1600/Kover+karakter+cet+2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5652750166195296834" style="WIDTH: 226px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-eNvS-rQaud8/TnKaU5wZ2kI/AAAAAAAAAFU/mRjsPvlL1Ic/s320/Kover%2Bkarakter%2Bcet%2B2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-e4XTRf9Vdns/TnKZEvRNzzI/AAAAAAAAAFM/-QbcBSl8zYA/s1600/images[1].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5652748788990594866" style="WIDTH: 284px; CURSOR: hand; HEIGHT: 302px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-e4XTRf9Vdns/TnKZEvRNzzI/AAAAAAAAAFM/-QbcBSl8zYA/s320/images%255B1%255D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-wzJP7W1QBbY/TnKXQPat_sI/AAAAAAAAAFE/osxnLfWMQJU/s1600/Graphic3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5652746787575692994" style="WIDTH: 234px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-wzJP7W1QBbY/TnKXQPat_sI/AAAAAAAAAFE/osxnLfWMQJU/s320/Graphic3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-IXb5mpm-cQI/TnKTGdplS0I/AAAAAAAAAE8/8YWU2K4_Q8o/s1600/Graphic1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5652742221550930754" style="WIDTH: 258px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/-IXb5mpm-cQI/TnKTGdplS0I/AAAAAAAAAE8/8YWU2K4_Q8o/s320/Graphic1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-WlMDbRPcZ_U/TnGuzSg31VI/AAAAAAAAAE0/IdApbv5cfxg/s1600/Graphic2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5652491203492959570" style="WIDTH: 247px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-WlMDbRPcZ_U/TnGuzSg31VI/AAAAAAAAAE0/IdApbv5cfxg/s320/Graphic2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-g7xE-6_Mat4/TnGXX1LZK-I/AAAAAAAAAD8/Rvk2LadBIuo/s1600/Graphic1.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-8768674675836009260?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/8768674675836009260/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=8768674675836009260' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/8768674675836009260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/8768674675836009260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2011/09/blog-post.html' title='Buku Karakter Baru'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-eNvS-rQaud8/TnKaU5wZ2kI/AAAAAAAAAFU/mRjsPvlL1Ic/s72-c/Kover%2Bkarakter%2Bcet%2B2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-2916659932439498372</id><published>2011-09-14T17:07:00.000-07:00</published><updated>2011-09-14T17:12:15.470-07:00</updated><title type='text'>Anak-anak Kehilangan Figur Panutan</title><content type='html'>Fenomena yang terjadi di sekitar kita cukup memprihatinkan. Saat ini Kejujuran menjadi barang yang mahal. Kesabaran sulit untuk dicari. Nurani begitu mudah disulut oleh emosi. Masyarakat begitu mudahnya diadu domba. Di arena olahraga kehilangan sportifitas, hingga yang kalah murka dan terjadi amuk masa.&lt;br /&gt;Dekadensi moral tampak nyata di depan mata. Rasa hormat anak kepada orang tua telah memudar. Jaring narkoba tertata begitu rapi, dari jaringan internasional hingga di lingkungan sekolah. Pornografi dan pornoaksi mudah dilihat dan sering dijadikan panduan bagi kalangan remaja. Kini pengaruh globalisasi menjadi tak terbendung lagi.&lt;br /&gt;Dalam data komnas perlindungan anak didapatkan, bahwa perilaku anak cukup memprihatinkan dan sudah masuk pada wilayah emergency. Menurut data yang dikutip dari Media Indonesia 18 Januari disebutkan bahwa pengakuan remaja di kota besar dalam berhubungan seks pranikah sebagi berikut: 62,7% remaja pernah melakukan, 21,2% remaja pernah aborsi, 93,7% remaja pernah berciuman dan oral seks, 97,0% remaja pernah nonton video porno.&lt;br /&gt;Di sisi lain, narkoba juga menjadi persoalan yang cukup serius untuk ditangani. Dari data Badan Narkotika Nasional (BNN) ada sekitar 3.600.000 jumlah pengguna narkoba di Indonesia. Dari jumlah itu, 41% adalah pengguna pemula, yaitu usia 14 sampai 18 tahun (Republika online, 26/06/2010).&lt;br /&gt;Ketika melihat fenomena yang terjadi saat ini, sebagai orang tua kita mengelus dada. Muncul kehawatiran terhadap perilaku anak yang sudah jauh dari fithrah. Keresahan orang tua ini juga dirasakan oleh pemerintah. Hal ini tampak dengan bergulirnya pendidikan karakter sebagai bentuk kebijakan kemendiknas untuk mengantisipasi perilaku anak. Dalam sebuah seminar Bapak Prof. Dr. Ir. M. Nuh, DEA (Mendiknas) mengatakan agar pendidikan karakter segera dilaksanakan. Bahkan pendidikan karakter menjadi program utama yang melibatkan 16 kemeterian.&lt;br /&gt;Persoalan ini perlu dikembalikan pada porsi yang sebenarnya. Sesungguhnya Allah menciptakan manusia dengan potensi utuh. Selain memiliki fithrah (kecenderungan untuk meng-Ilahkan Allah), setiap manusia juga diberi potensi kecerdasan. Allah berfirman di dalam surat Al-A’raf ayat 172: “Dan Ingatlah, ketika tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari Sulbi mereka, dan Allah mengambil persaksian terhadap jiwa mereka (seraya Berfirman): Bukankan Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab: Betul, Engkaulah Tuhan kami, kami menjadi saksi.” Ayat ini menunjukkan bahwa setiap anak fithrah, yaitu cenderung untuk meng-Ilahkan Allah.&lt;br /&gt;Setiap manusia yang terlahir ke dunia sudah dimodali kecerdasan. Sekitar 10 sampai 15 milyar sel otak yang aktif sudah diberikan begitu manusia lahir. Selain itu manusia dilengkapi dengan pendengaran, penglihatan, dan hati untuk memacu perkembangan otak. Sebagaimana firman Allah surat An-Nahl ayat 78: ”Dan Allah mengeluarkan dari perut ibumu, sedang kamu tidak tahu sesuatu apapun. Lalu diberi-Nya pendengaran, penglihatan, dan hati, semoga kamu menjadi orang yang bersyukur.”&lt;br /&gt;Cukuplah bagi kita dengan dua dasar dalil naqli di atas. Meskipun kalau kita mau terus menggali dasar yang lain akan lebih menguatkan kita bahwa anak-anak kita memiliki potensi yang dahsyat. Anak-anak kita begitu lugu dan polos, jujur dan berani. Tapi mengapa tiba-tiba ketika menginjak remaja dan dewasa berubah begitu drastis hingga membuat agenda permasalah bagi kita selaku orang tua.&lt;br /&gt;Salahkah anak-anak kita? Layakkah anak-anak kita untuk dipersalahkan terus menerus tanpa ada introspeksi dari kita selaku orang tua? Kiranya kurang bijak jika kita selaku orang tua hanya menyalahkan anak-anak. Bukankah yang mengubah kesucian anak, perilaku anak adalah orang tua. Rasulullah telah megingatkan kepada kita, ” Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan suci, maka orang tualah yang menjadikan yahudi, nasrani, atau majusi.”&lt;br /&gt;Sesungguhnya anak-anak kita saat ini telah kehilangan figur panutan. Lalu kepada siapakah mereka akan melihat sosok yang bisa dicontoh. Informasi negatif jauh lebih banyak terekam di dalam diri anak daripada yang positif. Baik itu informasi yang dilihat maupun yang didengar. Sementara kita tahu bahwa pendengaran dan penglihatan adalah pintu masuknya informasi.&lt;br /&gt;Suguhan tayangan televisi misalnya, telah membuyarkan konsep tentang nilai-nilai kebenaran. Lebih dari 60% tayangan televisi menyajikan hiburan yang banyak menyesatkan. Baik mengenai pornografi, pornoaksi, mistik, gaya hidup, dll. Sementara televisi ada di setiap rumah dan kini bukan menjadi barang mewah.&lt;br /&gt;Kebohongan banyak diselamatkan atas nama golongan dan politik. Sementara kejujuran digadaikan untuk menjaga kehormatan dan kepentingan bagi kelompok-kelompok tertentu. Kasus SDN Gadel Surabaya misalnya, menjadi potret simbul ketidakjujuran nasional. Anak-anak dibimbing untuk tidak jujur oleh guru yang mestinya digugu dan ditiru. Begitu juga di rumah, anak-anak sering diberi contoh yang tidak selayaknya oleh orang tua.Saat ini mulai ada kecenderungan orang tua menyekolahkan putra-putrinya di pesantren. Tentunya ini sangat beralasan dengan kasus yang melanda bangsa ini. Kehawatiran orang tua tidaklah berlebihan. Orang tua lebih suka mencari model boarding school. Tinggal bagaimana respon pesantren terhadap kebutuhan orang tua seperti ini? Apakah seperti sekolah-sekolah biasa lainnya, ataukah ingin memiliki keunggulan nyata untuk menyelamatkan anak dan bangsa tercinta ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di Suara Maskumambang&lt;br /&gt;September 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-2916659932439498372?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/2916659932439498372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=2916659932439498372' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/2916659932439498372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/2916659932439498372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2011/09/anak-anak-kehilangan-figur-panutan_14.html' title='Anak-anak Kehilangan Figur Panutan'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-5257059029465745291</id><published>2011-07-24T23:32:00.000-07:00</published><updated>2011-09-14T17:24:59.759-07:00</updated><title type='text'>Membentuk Karakter Anak di Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Setiap tahun ummat Islam menjumpai satu bulan yang bernama Ramadhan. Bulan yang penuh dengan barokah, rahmat, dan ampunan dari Allah. Ada yang mengatakan bahwa bulan Ramadhan dengan sebutan bulan introspeksi, bulan pelatihan, bulan mendulang pahala, bulan untuk meminimalisir dosa-dosa.&lt;br /&gt;Apapun namanya, yang jelas di dalam bulan Ramadhan ini Allah menjanjikan pahala yang tak terhingga dan memberikan peluang untuk menghapuskan dosa-dosa. Dalam beberapa hadis dikatakan bahwa orang yang berpuasa di bulan Ramadhan akan diampuni dosa yang telah lalu. Begitu juga bagi yang berpuasa di bulan Ramadhan diampuni dosa yang terdahulu. Tentunya ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu karena iman dan mengharap ridho dari Allah. Di bulan Ramadhan juga ada malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qodar.&lt;br /&gt;Ternyata kehadiran bulan Ramadhan masih belum bisa dilaksanakan sesuai apa yang menjadi ketentuan Allah. Masih banyak yang memahami Ramadhan sebagai simbol agenda tahunan tanpa menyentuh pada pembentukan pribadi muslim sesungguhnya. Sehingga yang tampak, begitu Ramadhan berlalu, maka berlalu pula agenda ibadah lainnya.&lt;br /&gt;Ramadhan semestinya bisa dijadikan guru dalam pembentukan karakter anak. Dalam teori psikologi, kegiatan yang dilakukan 21 berturut-turut dengan sepenuh hati, maka akan melahirkan kebiasaan. Karakter adalah kebiasaan yang baik dan itu bisa dimulai dari bulan yang mulia ini. Tapi apa yang terjadi saat ini?&lt;br /&gt;Fenomena yang terjadi di sekitar kita cukup memprihatinkan. Saat ini Kejujuran menjadi barang yang mahal. Kesabaran sulit untuk dicari. Nurani begitu mudah disulut oleh emosi. Di jalan-jalan hampir setiap hari terjadi tawuran antar pelajar, di masyarakat begitu mudahnya diadu domba. Di arena olahraga kehilangan sportifitas, hingga yang kalah murka dan terjadi amuk masa.&lt;br /&gt;Dekadensi moral tampak nyata di depan mata. Rasa hormat anak kepada orang tua telah memudar. Jaring narkoba tertata begitu rapi, dari jaringan internasional hingga di lingkungan sekolah. Pornografi dan pornoaksi mudah dilihat dan sering dijadikan panduan bagi kalangan remaja. Kini pengaruh globalisasi menjadi tak terbendung lagi.&lt;br /&gt;Relakah kita melahirkan generasi yang lemah? Genarasi yang akan menggadaikan kejujuran? Generasi yang kehilangan kesabaran? Generasi yang masuk dalam lingkaran setan? Generasi yang menjauh dari aturan Tuhan? Tidak! orang tua yang berhati emas, tidak akan mengharapkan generasi yang lemah.&lt;br /&gt;Dalam data komnas perlindungan anak didapatkan, bahwa perilaku anak cukup memprihatinkan dan sudah masuk pada wilayah emergency. Menurut data yang dikutip dari Media Indonesia 18 Januari disebutkan bahwa pengakuan remaja di kota besar dalam berhubungan seks pranikah sebagi berikur: 62,7% remaja pernah melakukan, 21,2% remaja pernah aborsi, 93,7% remaja pernah berciuman dan oral seks, 97,0% remaja pernah nonton video porno.&lt;br /&gt;Di sisi lain, narkoba juga menjadi persoalan yang cukup serius untuk ditangani. Dari data Badan Narkotika Nasional (BNN) ada sekitar 3.600.000 jumlah pengguna narkoba di Indonesia. Dari jumlah itu, 41% adalah pengguna pemula, yaitu usia 14 sampai 18 tahun (Republika online, 26/06/2010).&lt;br /&gt;Problem ini menjadi tanggung jawab bersama. Mulai dari pengambil kebijakan di tataran pemerintah pusat hingga di tataran pemerintah paling bawah, di kelurahan yang dibantu oleh RW dan RT. Begitu juga di organisasi sosial keagamaan saling bersinergi. Tidak kalah penting dan memegang peranan yang sangat strategis adalah orang tua di rumah dan guru di sekolah. Ketika semua merasa bertanggung jawab dan saling bersinergi akan mampu membangun generasi yang berkarakter. Dengan pencanangan Pendidikan Karakter di Indonesia, mudah-mudahan keadaan semakin membaik.&lt;br /&gt;Semoga bulan Ramadhan kali ini menjadi momen penyadaran bagi semua elemen masyarakat. Ramadhan bukan sekedar agenda formalitas dan simbolik, tetapi mampu membangun sinergi dalam pembentukan karakter anak.&lt;br /&gt;Materi Bulan September : Anak-anak Mulai Kehilangan Figur Panutan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dimuat di Majalah Lazizmu bulan Agustus 2011 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-5257059029465745291?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/5257059029465745291/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=5257059029465745291' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/5257059029465745291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/5257059029465745291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2011/07/membentuk-karakter-anak-di-bulan.html' title='Membentuk Karakter Anak di Bulan Ramadhan'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-6428109031266278405</id><published>2011-07-24T23:19:00.000-07:00</published><updated>2011-07-24T23:42:28.393-07:00</updated><title type='text'>Sabar dan Pertolongan Allah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah (dalam menghadapi ujian) dengan sabar dan mengerjakan salat. Sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar. (QS. Al-Baqarah: 153)&lt;br /&gt;Semua orang berharap mempunyai anak yang mudah diatur, sholeh, dan cerdas. Namun untuk sampai ke tangga yang diharapkan itu, ada serangkaian ujian yang harus dilalui oleh orang tua. Ada orang tua yang dengan mudah untuk mencapai yang diharapkan, tetapi tidak sedikit orang tua yang harus berjibaku menghadapi ujian hingga mendapatkan apa yang diharapkan. Namun banyak pula orang tua yang menyerah dan tidak berdaya menghadapi ujian ini.&lt;br /&gt;Anak, bagaimanapun keadaannnya adalah darah daging yang akan menjadi generasi penerus. Memang, ketika anak memberikan agenda yang menjengkelkan, terkadang orang tua merasa kesal. Namun sekali lagi, dia adalah anak yang menjadi investasi bagi orang tua. Persoalan yang diberikan oleh anak kepada orang tua merupakan bagian dari perjuangan hidup. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allah begitu mudah untuk menjadikan semua anak menurut, baik, dan sesuai dengan harapan orang tua. Namun justru yang diberikan adalah serangkaian persoalan yang harus dipecahkan. Tentu ini menjadi taruhan orang tua sebagai bukti kesabaran.&lt;br /&gt;Pada tingkatan tertentu orang tua akan merasa kesal terhadap agenda persoalan yang diberikan oleh sang buah hati. Namun setelah memahami dan menyadari bahwa apapun yang terjadi dia adalah anak yang perlu diselamatkan, maka dituntut satu kesabaran yang tinggi. Karena dengan kesabaran itulah manusia akan mendapatkan pertolongan dari Allah. Keyakinan inilah yang akan memperkuat orang tua dalam pengasuhan.&lt;br /&gt;Seorang ulama, K.H. Dindin Solahudin dalam bukunya, ”La Tahzan For Parenting” menyatakan bahwa kesabaran yang baik, bermutu, dan terpuji itu sejatinya tidak mengenal kata habis, putus asa, dan menyerah. Ini artinya, bahwa orang tua yang memiliki kesabaran yang bermutu tinggi dan terpuji tidak akan mengenal putus asa dalam mendidik anaknya, meskipun agenda permasalahan selalu diberikan oleh anaknya. Ini adalah bagian dari ujian yang diberikan oleh Allah SWT kepada hambanya yang beriman.&lt;br /&gt;Jauhkan pandangan bahwa kesabaran itu merupakan bukti sebuah kelemahan bagi orang tua dalam mendidik anak. Justru sabar adalah bukti kecintaan, ketahanan, dan kekuatan orang tua di dalam mendidik anak. Kekerasan bukanlah jalan terbaik untuk menangani anak-anak yang mempunyai masalah.&lt;br /&gt;Seringkali kita menghadapi agenda permasalahan anak. Agenda permasalahan itu terkadang muncul dari internal anak kita. Namun tidak jarang permasalahan itu dorongan dari luar. Permasalahan dari luar biasanya tidak terlepas dari kondisi lingkungan yang telah mempengaruhinya. Sehingga anak-anak kita menjadi anak yang berusaha mencari identitas diri, ingin mendapatkan pengakuan. Kalau seperti ini orang tua betul-betul dituntut untuk memahami, mempelajari, dan menjadi teman untuk bisa menyelasaikan permasalahan yang dihadapi. Untuk masalah ini juga membutuhkan kesabaran.&lt;br /&gt;Perlu difahami bersama bahwa sabar bukan menunjukkan seseorang itu lemah, justru sabar adalah bukti bahwa orang tua mempunyai kekuatan, dan keteguhan dalam mendidik anaknya. Sabar merupakan sikap positif yang dimiliki oleh orang tua. Dengan bersikap sabar, maka banyak manfaat yang didapatkan. Sabar akan selalu berbuah kemuliaan dan yakin bahwa Allah selalu menolong orang yang sabar asalkan dengan sandaran yang kuat yaitu dengan salat dan selalu minta pertolongan kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di MAJALAH MAYARA&lt;br /&gt;Bulan Agustus 2011&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-6428109031266278405?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/6428109031266278405/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=6428109031266278405' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/6428109031266278405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/6428109031266278405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2011/07/sabar-dan-pertolongan-allah.html' title='Sabar dan Pertolongan Allah'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-8314293675341184060</id><published>2011-07-24T23:16:00.000-07:00</published><updated>2011-07-24T23:31:06.906-07:00</updated><title type='text'>Jujur, Kunci Sukses</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ada kata bijak yang perlu direnungkan bersama, “Berawal dari kejujuran maka akan berakhir dengan kebahagiaan”. Kata-kata ini cukup sederhana, tetapi jika direnungkan, memiliki makna yang cukup dalam.&lt;br /&gt;Dalam berbagai penelitian, jujur menempati urutan pertama dalam menentukan kesuksesan seseorang. Namun sayang, justru saat ini kejujuran menjadi barang yang langka. Bahkan sulit ditemukan di sekeliling kita.&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu ketika saya memberikan pelatihan tentang pendidikan karakter, ada seorang kepala UPTD yang mengatakan, “Kalau Bapak tahu ujian yang terjadi saat ini, maka ngeri.” Saya balik bertanya, “Apa yang menyebabkan ngeri pak?” Beliau hanya menjawab dengan singkat, “Kecurangan”.&lt;br /&gt;Masih hangat dalam ingatan kita saat ujian nasional SD terjadi kasus yang menghebohkan Kota Surabaya bahkan Jawa Timur. Kasus itu bermingu-minggu menghiasi halaman koran nasional. Kecurangan ujian nasional yang berujung pada kerugian untuk banyak fihak. Ini menjadi terapi dan menjadi pelajaran bagi semua pihak yang mencoba untuk menggadaikan kejujuran.&lt;br /&gt;Apa sebenarnya yang menyebabkan seseorang menggadaikan kejujuran? Padahal jelas bahwa kejujuran menjadi kunci kesuksesan seseorang. Ini pertanyaan yang simpel dan perlu untuk direnungkan bersama. Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang berlaku tidak jujur.&lt;br /&gt;Pertama, orang berani menggadaikan kejujuran karena rasa takut. Dari rasa takut ini maka tumbuh einginan untuk tidak jujur. Takut jangan-jangan ananya tidak lulus ujian. Takut jangan-jangan sekolah hasilnya kalah dengan sekolah lain. Takut jangan-jangan kalau nilainya jelek dimutasi, dll. Perasaan takut inilah yang paling dominan tumbuhnya ketidakjujuran.&lt;br /&gt;Orang tua yang suka marah-marah kepada anak menyebabkan anak takut. Ketika anak sudah mulai tumbuh rasa takut, maka akan berusaha untuk mencari banyak alasan agar tidak kena marah. Ketika alasan pertama lolos maka besok akan mencari alasan yang lain. Dengan terbiasa untuk mencari alasan, maka anak sudah terbiasa dengan ketidakjujuran. Akhirnya alasan ketidakjujuran akan menjadi hebit atau kebiasaan dan ini sangat berbahaya.&lt;br /&gt;Dalam sebuah penelitian dikatakan bahwa 99% penyebab kegagalan adalah berasa dari orang yang mempunyai kebiasaan membuat alasan. Karena sesungguhnya alasan itu berakar dari ketidakjujuran.&lt;br /&gt;Masih sedikit diantara kita yag mau mengawal kejujuran anak. Padahal itu adalah potensi dasar yang sudah dimiliki oleh anak, tetapio saat ini sudah mulai dirobohkan oleh orang-orang dewasa di sekitarnya. Alasannya sukup sederhana, yaitu untuk kepentingan orang-orang dewasa.&lt;br /&gt;Ketika pertama kali orang tua atau guru mengajarkan ketidakjujuran kepada anak, mungkin hal yang biasa. Bahkan oleh orang tua atau guru menganggap itu biasa. Tetapi bagi seorang anak itu sangat berat. Jika hal yang berat itu terjadi berkali-kali, maka akan menjadi ringan dan menjadi pembiasaan. Jika demikian, maka orang tualah yang memiliki andil menghancurkan masa depan anak-anaknya sendiri.&lt;br /&gt;Kedua, orang berani menggadaikan kejujuran karena keserakahan. Banyak orang yang berani berbuat curang karena sifat serakah, ingin menumpuk-numpuk kekayaan. Dan tidak sedikit mereka berujung dengan kenistaan. Jangankan di akhirat di duniapun mengalami petaka. Ini pun sebenarnya muncul dari rasa takut, yaitu takut menghadapi hidup.&lt;br /&gt;Banyak anak yang cerdas dengan nilai yang gemilang, itu tidak menjamin anak kelak menjadi sukses. Banyak anak yang terlahir dari orang tua yang kaya, itu juga tidak menjamin anak kelak akan menjadi sukses. Kesuksesan tidak terletak pada kecerdasan yang dimiliki. Begitu juga keturunan, tidak menjadi kesuksesan seseorang. Justru kesuksesan lebih banyak ditentukan oleh mental seseorang. Jika sejak kecil sudah memiliki mental positif, maka kelak akan tumbuh menjadi manusia yang sukses. Siap menghadapi tantangan dengan modal kejujuran, kemampuan, dan ketangguhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuat dimuat di MAJALAH MAYARA&lt;br /&gt;Bulan Juni 2011&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-8314293675341184060?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/8314293675341184060/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=8314293675341184060' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/8314293675341184060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/8314293675341184060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2011/07/jujur-kunci-sukses.html' title='Jujur, Kunci Sukses'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-7150126540857998475</id><published>2011-05-24T00:26:00.000-07:00</published><updated>2011-05-24T00:35:10.574-07:00</updated><title type='text'>Pilar Pendidikan Karakter Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya</title><content type='html'>&lt;p style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0cm 0cm 0pt -9pt" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 115%; mso-ansi-language: INfont-family:'Bernard MT Condensed', 'serif';font-size:16;"  &gt;&lt;?xml:namespace prefix = o ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Ada empat pilar pendikan karakter yang sudah di rumuskan oleh Perguruan Islam Al-Azhar Kelapa Gading sejak tahun 2009.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IT;font-size:14;" lang="IT" &gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;. Pilar Pendidikan Karakter&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 7.1pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IT" lang="IT"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Untuk mengawal dan membiasakan potensi kebaikan yang dimiliki oleh anak, maka Perguruan Islam Al-Azhar Kelapa Gading&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;mengambangkan pola karakter dengan 4 pilar: (Rumusan Cipayung)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 0cm; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 18pt; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list 18.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: SV; mso-bidi-: minor-latinfont-family:Calibri;" lang="SV" &gt;&lt;span style="mso-list: Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT: 7pt 'Times New Roman'"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Robbaniyyah (Hubungan manusia dengan Allah)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FI" lang="FI"&gt;a. &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FI" lang="FI"&gt;Memiliki keimanan yang kokoh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FI" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&lt;/span&gt;Selalu optimis (Roja’)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: -18pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list 54.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FI; mso-bidi-: minor-latinfont-family:Calibri;" lang="FI" &gt;&lt;span style="mso-list: Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT: 7pt 'Times New Roman'"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FI" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Menerapkan keimanan dalam perilaku sehari-hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FI" lang="FI"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;~ Takut berbuat dosa (Khauf)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: -18pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list 54.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FI; mso-bidi-: minor-latinfont-family:Calibri;" lang="FI" &gt;&lt;span style="mso-list: Ignore"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT: 7pt 'Times New Roman'"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Memiliki ketaatan dalam &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FI" lang="FI"&gt;beribadah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FI" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Ikhlas dalam beribadah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FI" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Mendirikan shalat wajib dan sunnah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: ES" lang="ES"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Selalu menunaikan zakat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: ES" lang="ES"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Terbiasa membaca Al-Qur’an&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Menjalankan puasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Membiasakan berinfak dan berkurban&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: NL" lang="NL"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Mengucapkan kalimat thoyyibah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: NL" lang="NL"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Sabar dan adil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: NL" lang="NL"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Membiasakan ibadah sunnah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: NL" lang="NL"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Membiasakan menutup aurat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 18pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: NL" lang="NL"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;2.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;Insaniyyah (Hubungan sesama manusia)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;a. &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&lt;/span&gt;Meneladani sifat-sifat Allah dalam hubungannya sesama manusia&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: SV;font-family:'Arial Black', 'sans-serif';" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Memiliki sifat sabar (as-Shabuur)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Memiliki sifat kasih sayang (ar-Rahman)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IT" lang="IT"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Memiliki sifat adil (Al-Adl)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Memiliki sifat bersyukur (As-Syakur)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Memiliki sifat mensucikan diri (Al-Kudus)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Memiliki sifat berani (Al-Aziz)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FR" lang="FR"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Memiliki sifat lemah-lembut (Al-Latif)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FR" lang="FR"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Memiliki sifat cerdas (Ar-Rasyid)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FR" lang="FR"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Memiliki sifat pemaaf (Al-Afwu)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; tab-stops: 36.0pt 45.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FR" lang="FR"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&lt;/span&gt;b. Meneladani sifat-sifat Rasulullah dalam hubungannya sesama manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FR" lang="FR"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Memiliki sifat Siddiq&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FR" lang="FR"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Memiliki sifat amanah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FR" lang="FR"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Memiliki sifat tabligh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FR" lang="FR"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Memiliki sifat fathonah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; tab-stops: 36.0pt 45.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FR" lang="FR"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&lt;/span&gt;c. Mengaplikasikan pesan-pesan Al-Qur’an dalam hubungan sesama manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt 54.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FR" lang="FR"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Berbakti kepada kedua orang tua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt 54.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FR" lang="FR"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Ikhlas beramal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt 54.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FR" lang="FR"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Rajin bekerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt 54.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FR" lang="FR"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Ramah dalam pergaulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt 54.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FR" lang="FR"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Ulet dalam menggapai cita-cita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt 54.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FR" lang="FR"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Logis dalam berfikir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt 54.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FR" lang="FR"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Waspada terhadap napza&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt 54.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FR" lang="FR"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Amanah dan dapat dipercaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt 54.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FR" lang="FR"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Lemah lembut dalam tutur kata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt 54.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FR" lang="FR"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Istiqomah, teguh dalam keyakinan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt 54.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FR" lang="FR"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Disiplin dalam segalan hal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt 54.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FR" lang="FR"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Adil dalam segala tindakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt 54.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Ikram, hormat kepada guru dan sesama manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; tab-stops: 45.0pt 54.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;~ Nadzafah, bersih hati, pakaian, dan lingkungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 18pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: SV;font-family:'Arial Black', 'sans-serif';" lang="SV" &gt;3.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;Ilmiyah (Hubungan dan sikap terhadap ilmu pengetahuan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&lt;/span&gt;a. Siap belajar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&lt;/span&gt;b. Kejujuran ilmiyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&lt;/span&gt;c. Berfikir logis dan sistematis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&lt;/span&gt;d. Bersikap haus ilmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&lt;/span&gt;e. Bersikap ulet dan gigi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: SV;font-family:'Arial Black', 'sans-serif';" lang="SV" &gt;4. Alamiyah (Hubungan terhadap alam sekitar)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: SV;font-family:'Arial Black', 'sans-serif';" lang="SV" &gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FI" lang="FI"&gt;a. Memelihara kelestarian alam&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FI;font-family:'Arial Black', 'sans-serif';" lang="FI" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FI" lang="FI"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&lt;/span&gt;b. Memanfaatkan Alam&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FI;font-family:'Arial Black', 'sans-serif';" lang="FI" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FI;font-family:'Arial Black', 'sans-serif';" lang="FI" &gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FI" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;c. Melakukan tadabbur dan tafakkur alam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FI" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FI;font-size:14;" lang="FI" &gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Catatan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: FI" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Empat pilar di atas dijabarkan&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;dalam &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;SKL&lt;/b&gt; (Standar Kompetensi Lulusan) yang meliputi &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikato&lt;/b&gt;r, &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;materi&lt;/b&gt;, dan&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt; penailaian.&lt;/b&gt; Dari sinilah, kemudian&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;diintegrasikan di dalam semua mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler, serta pembinaan karakter di pagi hari. Selain itu ada pengawalan &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;budaya sekolah&lt;/b&gt; yang dilakukan terus menerus oleh semua guru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt -9pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-7150126540857998475?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/7150126540857998475/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=7150126540857998475' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/7150126540857998475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/7150126540857998475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2011/05/pilar-pendidikan-karakter-al-azhar.html' title='Pilar Pendidikan Karakter Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-2538788737024628218</id><published>2011-05-24T00:24:00.000-07:00</published><updated>2011-05-24T00:26:13.768-07:00</updated><title type='text'>Pendidikan Karakter Jangan Salah Arah</title><content type='html'>&lt;p style="TEXT-ALIGN: center; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 36pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 18pt" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 16pt; mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: -18pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 23.25pt; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3" class="MsoListParagraph"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore"&gt;A.&lt;span style="FONT: 7pt 'Times New Roman'"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt;Latar Belakarang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 36pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 18pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Karakter bangsa sebuah keniscayaan untuk segera dilaksanakan&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt; dalam dunia pendidikan&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;. Karakter bangsa menjadi pilar penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karakter bangsa ini ibarat kemudi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Walaupun begitu penting, ternyata keajegan perhatian terhadap pembangunan karakter bangsa belum terjaga dengan baik, sehingga hasilnya belum optimal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 36pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 18pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Karakter bangsa ini merupakan salah satu amanat pendiri negara dan telah dimulai sejak awal kemerdekaan. Dalam sebuah pidatonya, pendiri negara pernah berpesan bahwa tugas bangsa Indonesia dalam mengisi kemerdekaan adalah mengutamakan pelaksanaan &lt;i&gt;Nation and Character Building&lt;/i&gt;. Bahkan beliau telah wanti-wanti ”&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Jika pembangunan karakter bangsa tidak berhasil, maka bangsa indonesia akan menjadi bangsa kuli&lt;/i&gt;.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 36pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 18pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Banyak permasalahan di sekitar kita. Berdasarkan survey Komnas Perlindungan Anak, PKBI, BKKBN tentang perilaku remaja yang telah melakukan hubungan seks pranikah di perkotaan sebagai berikut: 62,7% siswi SMP pernah melakukan. 21,2% remaja pernah aborsi. &lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;3,7% remaja SMP dan SMA pernah melakukan ciuman dan oral seks. &lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IT" lang="IT"&gt;97,% remaja SMP dan SMA pernah menonton film porno. &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IT" lang="IT"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IT" lang="IT"&gt;Media Indonesia,&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;18 Januari&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IT" lang="IT"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IT" lang="IT"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 18pt; tab-stops: 18.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IT" lang="IT"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt;Data tentang korupsi pejabat misalnya, dari hasil riset yang dilakukan dalam &lt;i&gt;Transparency International Corruption Perceptions Index 2009&lt;/i&gt;, masih menempatkan Indonesia pada peringkat yang sangat memperihatinkan. Terkait dengan penyalahgunaan narkotika, Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2009 tercatat adanya 3,6 juta pengguna narkoba di Indonesia, dan 41% diantara mereka pertama kali mencoba narkoba di usia 16-18 tahun, yakni usia remaja SMP-SMU. (Republika online, 26/06/2009). Dan masih banyak permasalahan lain di negeri ini yang perlu diselesaikan melalui pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 36pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 18pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Melihat fenomena seperti ini maka wajar jika pemerintah menjadikan pendidikan karakter program unggulan. Ini artinya pemerintah serius untuk menangani persoalan bangsa. Tidak ingin bangsa ini menjadi bangsa kuli. Tidak ingin bangsa ini semakin terpuruk nilai-nilai moral yang berakibat rusaknya sendi-sendi&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;tatanan bangsa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 18pt; tab-stops: 18.0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: -18pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 23.25pt; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; tab-stops: 18.0pt" class="MsoListParagraphCxSpFirst"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore"&gt;B.&lt;span style="FONT: 7pt 'Times New Roman'"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&lt;/span&gt;Memahami Konsep Pendidikan Karakter &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 12.75pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 23.25pt; mso-add-space: auto" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Karakter menurut kamus besar bahasa Indonesia diartikan sebagai sifat-sifat kejiwaan, akhlaq atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain. Karakter juga bisa diartikan tabiat, yaitu perangai atau perbuatan yang selalu dilakukan atau kebiasaan. Karakter juga diartikan watak, yaitu sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku atau kepribadian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 12.75pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 23.25pt; mso-add-space: auto" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Aristoteles &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;membedaan moral dengan pendidikan karakter. Moral adalah ajaran atau aturan tentang seperangka&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt; nilai-nilai untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Moral masih bersifat normatif berupa&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;seperangkat aturan yang dijadikan acuan dalam pendidikan karakter.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 12.75pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 23.25pt; mso-add-space: auto" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Pendidikan Karakter&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;menanamkan kebiasaan (&lt;i&gt;Habituation)&lt;/i&gt; tentang hal yang baik sehingga siswa menjadi &lt;b&gt;faham &lt;/b&gt;(&lt;b&gt;domein kognitif&lt;/b&gt;) tentang mana yang benar dan mana yang salah. Mampu &lt;b&gt;merasakan &lt;/b&gt;(&lt;b&gt;domein afektif&lt;/b&gt;) tentang mana yang baik. Dan keinginan untuk &lt;b&gt;melakukan &lt;/b&gt;(&lt;b&gt;domein Psikomotor&lt;/b&gt;). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 12.75pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 23.25pt; mso-add-space: auto" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Pendidikan Karakter itu erat kaitannya dengan “habit” atau kebiasaan yang terus menerus dipraktikan dan dilakukan, bisa melahirkan kepribadian. Pendidikan karakter inilah yang bisa mengantar anak-anak kita menjadi sukses mulia. Tentunya melalui keteladanan, pesan mulia, dan pendampingan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 12.75pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 23.25pt; mso-add-space: auto" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Pendidikan karakter adalah internalisasi nilai-nilai kelayakan yang dikawal dalam pembiasaan hingga melahirkan kepribadian yang mulia. Nilai-nilai kelayakan yang dijadikan teladan adalah sifat-sfat mulia rasulullah, yaitu siddiq, amanah, tablig, fathonah. Dalam rumusan nasional disebut dengan olah hati,&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;olah rasa &amp;amp; karsa, olah raga, dan olah fikir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 12.75pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 23.25pt; mso-add-space: auto" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Tujuan pendidikan karakter pada tingkat institusi mengarah pada pembentukan budaya sekolah, yaitu nilai-nilai yang melandasi perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan simbol-simbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah, dan masayarakat sekitar sekolah. Budaya sekolah merupakan ciri khas, karakter atau watak, dan citra sekolah tersebut di masyarakat luas.&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 12.75pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 23.25pt; mso-add-space: auto" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: -18pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 23.25pt; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore"&gt;C.&lt;span style="FONT: 7pt 'Times New Roman'"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt;Pola Pelaksanaan Pendidikan Karakter&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 12.75pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 23.25pt; mso-add-space: auto" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt;Kemendiknas telah merancang &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;‘grand design’&lt;/i&gt; pembelajaran pendidikan karakter. Itu yang harus dijadikan acuan. Acuan yang telah ditetapkan Kemendiknas terkait pendidikan karakter adalah pengelompokan konfigurasi karakter, yakni &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;olahhati,&lt;/b&gt; &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;olahpikir&lt;/b&gt;, &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;olahraga&lt;/b&gt;, dan &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;olahrasa-karsa&lt;/b&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 12.75pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 23.25pt; mso-add-space: auto" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt;Olahhati&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt; bermuara pada pengelolaan spiritual. Dalam agama dikenal sifat siddiq yang dimiliki oleh Rasulullah. Dalam pandangan psikologi dikenal &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;spiritual quotion&lt;/b&gt; &lt;i&gt;(SQ). &lt;/i&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-style: italic"&gt;Bagaimana membangun hubungan yang mesra dengan sang Kholik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 12.75pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 23.25pt; mso-add-space: auto" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt;Olahpikir&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt; bermuara pada pengelolaan intelektual. Dalam agama dikenal sifat Fathonah yang dimiliki oleh Rasulullah. Dalam pandangan psikologi dikenal &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;intellectual quotion&lt;/b&gt; &lt;i&gt;(IQ). &lt;/i&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-style: italic"&gt;Bagaimana membangun kecintaan dengan ilmu pengetahuan&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;Membentuk manusia menjadi manusia pembelajar&lt;i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 12.75pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 23.25pt; mso-add-space: auto" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt;Olahrasa/Olahkarsa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt; bermuara pada pengelolaan emosi dan kreativitas. Dalam agama dikenal sifat Tabligh yang dimiliki oleh Rasulullah. Dalam pandangan psikologi didikenal &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;emotional quotion&lt;/b&gt; &lt;i&gt;(EQ). &lt;/i&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-style: italic"&gt;Bagaimana membangun hubungan antar manusia dan mengolah daya kreatif menjadi hal yang perlu ditata sejak awal.&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 12.75pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 23.25pt; mso-add-space: auto" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt;Olahraga &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt;bermuara pada pengelolaan fisik.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;Dalam agama dikenal sifat amanah yang dimiliki oleh Rasulullah. Dalam pandangan psikologi dikenal &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Adversity quotion&lt;/b&gt; &lt;i&gt;(AQ). &lt;/i&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-style: italic"&gt;Bagaimana manusia bisa menjaga kesehatan sebagai amanah untuk bisa memakmurkan bumi ini. Tanpa fisik yang kuat, sulit memegang amanah sebagai kholifah di muka bumi. Selain itu mampu untuk mengubah hambatan menjadi peluang dengan fisik yang kuat.&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 12.75pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 23.25pt; mso-add-space: auto" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt;Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya tahun 2009 telah merumuskan pendidikan dengan empat pilar, yaitu robbaniyyah, insaniyyah, ilmiyyah, dan alamiyah. Empat pilar ini disinergikan dengan konsep yang telah ditetapkan oleh pemerintah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 12.75pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 23.25pt; mso-add-space: auto" class="MsoListParagraphCxSpLast"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt;Keempat konfigurasi penanaman pendidikan karakter tersebut dilaksanakan dengan serius oleh seluruh pemangku kepentingan. Di sekolah dilaksanakan melalui rancangan kegiatan pembelajaran&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;dan tidak boleh melenceng dari acuan kemendiknas. Selain itu dibuat model budaya karakter dengan pendampingan yang serius. Di rumah, orang tua memiliki budaya karakter yang bisa dijadikan acuan. Begitu juga di masyarakat ikut bersinergi dalam membangun karakter anak.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;Ketika segi tiga emas ini bisa bersinergi dengan baik, maka apa yang menjadi keresahan semua pihak bisa diminimalisir. Rumah, sekolah, dan masyarakat memiliki perhatian yang sama dalam membangun masyarakat yang “&lt;i&gt;Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur&lt;/i&gt;”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 18pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 18pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt;Untuk memudahkan langkah pelaksanaan pendidikan karakter, maka ada langkah yang perlu dilakukan oleh sekolah. &lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Meskipun pendidikan karakter ini bukan pelajaran khusus, tetapi ada kesempatan bagi seorang guru untuk melakukan pembinaan kepada anak dan pendampingan. Hal ini untuk melakukan pengawalan sehingga terbentuk pembiasaan dan terbangun karakter yang mulia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: -18pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; mso-list: l0 level1 lfo1" class="MsoListParagraph"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'" lang="SV"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore"&gt;1.&lt;span style="FONT: 7pt 'Times New Roman'"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Pemodelan / Keteladanan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt; (Budaya Positif)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 18pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; mso-add-space: auto" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Dalam perkembangannya, setiap orang melalui tiga tahapan. Tahap pertama adalah masa tanam. Masa tanam ini berkisar antara&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;usia 0 sampai 7 tahun. Tahap kedua adalah masa model. Masa model berkisar antara usia 7 sampai 14 tahun. Tahap ketiga adalah masa sosial. Masa sosial berkisar antara 14 sampai 21 tahun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 18pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; mso-add-space: auto" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Tahap pertama dan kedua menjadi tahap yang paling menentukan. Pada masa tanam, anak-anak belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Apapun yang terekam di dalam fikiran itulah yang dikerjakan, tanpa menanyakan benar atau salah. Usia ini apa kata yang ada di sekelilingnya. Pembiasaan lingkungan keluarga akan menentukan perkembangan berikutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 18pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; mso-add-space: auto" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Begitu juga di sekolah, peran guru cukup strategis.Tingkah laku dan ucapan guru menjadi perhatian bagi anak. Di saat inilah konsep-konsep itu akan tersimpan dalam memori jangka panjang anak. Bahkan terekam dan tersimpan di dalam alam bawah sadar anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 18pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; mso-add-space: auto" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Tahap kedua masa pemodelan. Anak-anak akan selalu mencari figur yang bisa dijadikan model. Awalnya akan melihat orang tua sebagai model. Selanjutnya anak juga akan mencari model dari guru. Di sinilah peran orang tua dan guru. Perilaku dan ucapan orang tua dan guru menjadi model bagi anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 18pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; mso-add-space: auto" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Ketika model tidak dijumpai di dalam rumah. Begitu juga, di sekolah anak tidak menemukan model dari seorang guru, maka anak akan mencari model di luar. Paling muda adalah model di TV, selebriti, baik penyanyi maupun&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;aktor sinetron. Bahkan bisa juga model anak-anak yang ada di luar rumah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 18pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; mso-add-space: auto" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Untuk lebih memudahkan dalam pengawalan dan pengamatan, maka sekolah dan rumah membuat budaya positif. Budaya sekolah mulai masuk hingga siswa pulang tertulis secara sistematis. Budaya itu berlaku untuk semua, tanpa kecuali. Begitu juga di rumah. Budaya ini yang menjalankan adalah pemimpin sekolah, kemudian guru, selanjutnya siswa. Begitu juga di rumah, orang tua yang memulai menjalankan budaya dan diikuti oleh anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: -18pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; mso-list: l0 level1 lfo1" class="MsoListParagraph"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'" lang="SV"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore"&gt;2.&lt;span style="FONT: 7pt 'Times New Roman'"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Pesan Moral &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; mso-add-space: auto" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Anak-anak tahu mana yang baik dan mana yang buruk tidak lepas dari pesan orang dewasa. Ketika pesan itu masuk ke dalam memori dan dihayati, kemudian diaplikasi, maka akan membentuk sebuah karakter. Pesan itu bisa terucap bisa juga tertulis. Perlu diketahui bahwa pesan yang mudah difisualkan lebih mengena dan lebih mudah tersimpan dalam waktu yang cukup panjang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: -18pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; mso-list: l1 level1 lfo2" class="MsoListParagraph"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'" lang="SV"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore"&gt;a.&lt;span style="FONT: 7pt 'Times New Roman'"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Pesan Terucap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; mso-add-space: auto" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Pesan yang terucap sering kali disampaikan oleh orang tua dan guru kepada anak. Pesan yang terucap bisa dalam bentuk masehat, bisa juga dalam bentuk kata bijak, bahkan bisa juga dalam bentuk cerita. Sekali lagi, ketika pesan terucap itu bisa digambarkan, bisa difisualkan, maka lebih mengena dan bisa tersimpan dalam memori jangka panjang.&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; mso-add-space: auto" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: -18pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; mso-list: l1 level1 lfo2" class="MsoListParagraph"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'" lang="SV"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore"&gt;b.&lt;span style="FONT: 7pt 'Times New Roman'"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Pesan Tertulis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; mso-add-space: auto" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Selain pesan terucap dari orang tua dan guru, bisa juga pesan itu dalam bentuk tulisan. Banyak sekolah yang memasang tulisan-tulisan bijak sebagai bentuk pesan moral kepada anak. Pesan tertulis yang dibaca secara berulang-ulang akan membentuk karakter mulia pada anak. Pesan tertulis juga bisa berupa buku cerita yang mengandung nilai moral.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; mso-add-space: auto" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: -18pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt; mso-list: l0 level1 lfo1" class="MsoListParagraph"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'" lang="SV"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore"&gt;3.&lt;span style="FONT: 7pt 'Times New Roman'"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Integrasi Kurikulum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 17.85pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Pendidikan karakter terintegrasi dalam semua mata pelajaran dan kegiatan &lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt;pengembangan diri, baik yang terprogram melalui ekstra kurikuler maupun yang tidak terprogram&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt;Setiap mata pelajaran selalu memasukkan indikator karakter. Hal ini bisa dilihat di dalam lesson plan. Begitu juga yang terkait dengan ekstra kurikuler dalam rangka membangun karakter siswa. Hal ini bisa dirumuskan bersama-sama agar bisa difahami oleh semua warga sekolah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 21.3pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 21.3pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt;Karakter tidak membutuhkan biaya yang tinggi, tetapi dibutuhkan komintmen yang tinggi dari semua pemangku kepentingan. Pelaksanaan karakter dibutuhkan konsistensi, tentunya dengan sistem yang baik.&lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;Ketika semua mekanisme berjalan dengan baik, pendidikan karakter akan membuahkan kepribadian yang mulia.&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; TEXT-INDENT: 17.85pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-INDENT: 17.85pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%; FONT-FAMILY: 'Times New Roman', 'serif'; FONT-SIZE: 12pt; mso-ansi-language: SV" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="FONT-SIZE: 14pt; mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Penulis:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify; LINE-HEIGHT: normal; MARGIN: 0cm 0cm 0pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="FONT-SIZE: 14pt; mso-ansi-language: IN"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Drs. Najib Sulhan, MA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 115%; FONT-FAMILY: 'Calibri', 'sans-serif'; FONT-SIZE: 14pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA"&gt;Sudah &lt;span style="mso-spacerun: yes"&gt;&lt;/span&gt;dimuat di Media Jatim &lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 115%; FONT-FAMILY: 'AR ESSENCE'; FONT-SIZE: 14pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA"&gt;Plus&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 115%; FONT-FAMILY: 'Calibri', 'sans-serif'; FONT-SIZE: 14pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA"&gt; (2 Mei 2011)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-2538788737024628218?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/2538788737024628218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=2538788737024628218' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/2538788737024628218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/2538788737024628218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2011/05/pendidikan-karakter-jangan-salah-arah.html' title='Pendidikan Karakter Jangan Salah Arah'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-5415274107540921906</id><published>2009-10-12T17:47:00.000-07:00</published><updated>2009-10-12T19:13:10.513-07:00</updated><title type='text'>Buku Karya Najib Sulhan</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/StPcM26Ww8I/AAAAAAAAAC8/4wXyPlAK1RQ/s1600-h/1.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391895292349432770" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 130px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/StPcM26Ww8I/AAAAAAAAAC8/4wXyPlAK1RQ/s200/1.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; 1&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/StPcMC5MufI/AAAAAAAAAC0/SxALsAdWHOk/s1600-h/2.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391895278385936882" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 128px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/StPcMC5MufI/AAAAAAAAAC0/SxALsAdWHOk/s200/2.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt; 2&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/StPcL2UB5hI/AAAAAAAAACs/UcexuqVN214/s1600-h/3.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391895275008812562" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/StPcL2UB5hI/AAAAAAAAACs/UcexuqVN214/s200/3.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;3&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/StPcLPE7zJI/AAAAAAAAACk/wf29F-EUJbE/s1600-h/4.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391895264476515474" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 140px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/StPcLPE7zJI/AAAAAAAAACk/wf29F-EUJbE/s200/4.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;4&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/StPcKpd-5NI/AAAAAAAAACc/ILv3K9rImwk/s1600-h/5.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391895254381028562" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 145px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/StPcKpd-5NI/AAAAAAAAACc/ILv3K9rImwk/s200/5.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;5&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;Judul Buku : &lt;strong&gt;Piramida Bahasa Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tebal Buku : 110 halaman&lt;br /&gt;Penerbit : SIC Surabaya&lt;br /&gt;Sasaran : Siswa SD dan SMP&lt;br /&gt;Isi Buku :&lt;br /&gt;Buku ini berisi tentang ilmu kebahasaan, mulai dari pemahaman tentang huruf hingga wacana. Buku ini sebagai penunjang bagi siswa yang akan menghadapi Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) untuk SD dan Unas untuk SMP.&lt;br /&gt;Buku ini sudah di jual di toko-toko buku atau jika kesulitan bisa pesan ke penulis&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;Judul Buku : &lt;strong&gt;Pembangunan Karakter Pada Anak&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;Manajemen Pembelajaran Guru&lt;br /&gt;Menuju Sekolah Efektif&lt;br /&gt;Tebal Buku : 122 halaman&lt;br /&gt;Penerbit : SIC Surabaya&lt;br /&gt;Sasaran : Guru dan Orang Tua&lt;br /&gt;Isi Buku&lt;br /&gt;Menyadari bahwa setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda. Untuk itu buku ini memberikan solusi untuk mengetahui cara memahami karakter anak dalam proses belajar mengajar. Selain itu untuk mengetahui problematika belajar pada anak. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;Judul Buku : &lt;strong&gt;Aku Bisa Memimpin&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tebal Buku : 80 halaman&lt;br /&gt;Penerbit : SIC Surabaya&lt;br /&gt;Sasaran : Siswa SD dan SMP&lt;br /&gt;Isi Buku&lt;br /&gt;Semua orang pada dasarnya adalah pemimpin. Namun demikian, tidak semua bisa memimpin dengan baik. Untuk itu, sejak kecil ada bekal-bekal yang perlu dimiliki oleh anak sehingga kelak menjadi pemimpin yang baik. Pemimpin yang selalu dikagumi, diikuti, dan dirindukan. Semua itu dibentuk sejak dini.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;Judul Buku : &lt;strong&gt;Aku Ingin Menjadi Penulis Cilik&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tebal Buku : 58 halaman&lt;br /&gt;Penerbit : SIC Surabaya&lt;br /&gt;Sasaran : Siswa SD dan SMP&lt;br /&gt;Isi Buku&lt;br /&gt;Pada dasarnya menulis itu sangat mudah. Tapi sayang banyak yang takut untuk memulai. Buku ini memberikan motivasi kepada siswa yang memiliki hobi menulis. Selain itu ada langkah-langkah dan cara untuk menulis. Mulai dari membuat catatan harian hingga menjadi sebuah buku yang bisa diterbitkan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;Judul Buku : &lt;strong&gt;Aku Ingin Menjadi Wartawan Cilik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tebal Buku : 126 halaman&lt;br /&gt;Penerbit : SIC Surabaya&lt;br /&gt;Sasaran : Siswa SD, SMP, dan SMP&lt;br /&gt;Isi Buku&lt;br /&gt;Wartawan menjadi profesi yang menarik untuk ditekuni. Buku ini berisi tentang cara menulis berbagai bentuk tulisan yang bisa dipublikasikan. Mulai dari cara menulis artikel, berita, feature, cerpen, puisi, dll. Selain itu cara membuat majalah dinding, buletin sekolah, dan majalah sekolah juga ada di dalam buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/StPW6iIB21I/AAAAAAAAACU/ljArICu7IIo/s1600-h/4.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/StPU5g5Qi6I/AAAAAAAAACM/KXAmBA2KePI/s1600-h/5.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-5415274107540921906?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/5415274107540921906/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=5415274107540921906' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/5415274107540921906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/5415274107540921906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2009/10/buku-karya-najib-sulhan.html' title='Buku Karya Najib Sulhan'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/StPcM26Ww8I/AAAAAAAAAC8/4wXyPlAK1RQ/s72-c/1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-373547546440881234</id><published>2009-07-15T20:34:00.001-07:00</published><updated>2009-07-15T20:38:48.588-07:00</updated><title type='text'>Meriahnya Tahun Pelajaran Baru 2009/2010 Di Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tanggal 13 Juli 2009 merupakan awal tahun pelajar 2009/2010 sesuai kalender pendidikan secara serentak di Indonesia. Berbagai agenda dibuat di setiap sekolah. Perguruan Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya membuat agenda yang cukup menarik Seluruh siswa, baik siswa baru maupun siswa lama dikumpulkan bersama di halaman sekolah. Mereka mendapatkan pengarahan dari direktur Perguruan Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya. Selain itu, hadir juga bapak Ir. H. Arno Kermaputra selaku wakil pelaksana harian Al-Azhar Kelapa Gading untuk memberikan motivasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Suasana cukup meriah pada saat siswa baru memegang balon untuk diterbangkan. Begitu juga ketika ada ratusan balon untuk menarik spanduk yang bertuliskan ”Fly High ALAZKA” dengan berbagai bentuk dan warna yang cukup menarik. Harapannya, baik TK, SD, maupun SMP mampu terbang tinggi meraih sukses dengan pondasi moral yang kuat serta beragam kecerdasan yang dimiliki anak sampai pada kondisi terbaiknya. Pada saat itu juga diberikan penghargaan berupa piala dan piagam yang khusus didatangkan dari Jakarta bagi anak yang juara di tingkat Jawa Timur hingga tingkat nasional.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah pembukaan tahun pelajaran, dilanjutkan dengan penampilan berbagai kegiatan ekstra yang ditangani oleh ”Sanggar ALAZKA”. Ada demo robotika,  permainan drum, gitar, biola. Selain itu ada paduan suara, band putri. Tidak kalah menariknya adalah demo bacaan Al-Quran dengan tartil dan tarjim secara harfiah. Begitu juga penampilan tae kwon do yang pernah menjadi juara juga ditampilkan. Sambutan yang luar biasa baik dari orang tua maupun siswa yang menyaksikan pagelaran ekstra kurikuler. Saat itulah orang tua memilih kegiatan ekstra sesuai bakan putra-putrinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Masa Orientasi Siswa (MOS) dilaksanakan untuk TK, SD, dan SMP tanggal 13 sampai 15 Juli 2009. Agenda yang dibuat oleh TK, SD, dan SMP berbeda. Untuk TK dan SD lebih menekankan pada pengenalan lingkungan sekolah. Adapun untuk SMP, selain pengenalan lingkungan sekolah juga ada pembekalan tentang penanggulan Napza, baris berbaris, dll. Begitu juga dilakukan matrikulasi untuk pemetaan anak-anak sesuai dengan kondisi yang ada. Dengan demikian ada data base untuk kegiatan berikutnya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-373547546440881234?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/373547546440881234/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=373547546440881234' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/373547546440881234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/373547546440881234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2009/07/meriahnya-tahun-pelajaran-baru-20092010.html' title='Meriahnya Tahun Pelajaran Baru 2009/2010 Di Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-2946623372630552331</id><published>2009-07-15T20:05:00.000-07:00</published><updated>2009-07-15T20:33:56.177-07:00</updated><title type='text'>Kelompok Bermain (KB) Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya Juara 2 Jawa Timur</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tanggal 4 Juli 2009 Kelompok Bermain (KB) Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya ditunjuk untuk mewakili Kota Surabaya dalam lomba Pendidikan Anak Usia Dini tingkat Jawa Timur. Hadir selaku penilai, Ibu Wujiati dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Bapak Drs. Mujadi NS, Drs. Hafiluddin Tabrani, Ibu Elzim Khosyiyati, S.Hi dari Himpaudi Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh dewan juri, PAUD Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya menjadi Juara 2 se Jawa Timur. Penerimaan piala dilakukan di Kantor Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur tanggal 14 Juli 2009. Untuk selanjutnya yang masuk tiga besar dipersiapkan untuk mewakili ke tingkat nasional. Mudah-mudahan bisa mewakili untuk tingkat nasional dan bisa tampil terbaik dengan membawa nama Dinas Pendidikan Jawa Timur.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-2946623372630552331?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/2946623372630552331/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=2946623372630552331' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/2946623372630552331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/2946623372630552331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2009/07/kelompok-bermain-kb-al-azhar-kelapa.html' title='Kelompok Bermain (KB) Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya Juara 2 Jawa Timur'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-1327360525219109717</id><published>2009-07-15T19:53:00.000-07:00</published><updated>2009-07-15T20:01:36.497-07:00</updated><title type='text'>Hasil Terbaik  Uji Tiga Kemampuan Dasar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Mulai tahun pelajaran 2008/2009 diadakan  uji tuga kemmapuan dasar (TKD) untuk kelas 3 SD yang meliputi  mambaca, menulis, dan berhitung. Kegiatan ini dilaksanakan serentak secara nasional. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana kemmpuan anak-anak membaca, menulis, dan berhitung.&lt;br /&gt;            Alhamdulillah, setelah keluar hasilnya, Siswa Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya yang berjumlah 56 siswa menduduki urutan pertama di tingkat Kecamatan Mulyorejo dan masuk 5 besar untuk tingkat Kota Surabaya. Nilai rata rata-rata yang diperoleh adalah 8,03 dengan rincian untuk membaca rata-rata 8,25, menulis rata-rata 8,25, dan berhitung rata-rata 7,22.&lt;br /&gt;            Ini merupakan satu bentuk layanan dari sekolah untuk siswa. Kami sangat menyadari bahwa kelas 1, 2, dan 3 merupakan kelas yang sangat menentukan kelanjutan kelas di atasnya. Banyak permasalahan yang muncul di kelas-kelas atas bermula dari masa-masa golden age,. Untuk itulah Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya menyiapkan anak-anak yang tangguh.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-1327360525219109717?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/1327360525219109717/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=1327360525219109717' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/1327360525219109717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/1327360525219109717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2009/07/hasil-terbaik-uji-tiga-kemampuan-dasar.html' title='Hasil Terbaik  Uji Tiga Kemampuan Dasar'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-301911237206008671</id><published>2009-05-17T23:37:00.001-07:00</published><updated>2009-05-17T23:37:49.968-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Jadi Kota Surabaya ke 716'/><title type='text'>Pretasi Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya Di Hari Jadi Kota Surabaya ke 716</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;            Alhamdulillah, Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya selalu bisa memberikan yang terbaik untuk kecamatan Mulyorejo. Setelah bulan April 2008 memborong berbagai prestsi untuk kegiatan siswa dan guru, untuk Hari Jadi Kota Surabaya juga tetap bisa menyumbangkan prestasi. Lomba cak dan ning usia SD mendapat juara 3 dari jumlah peserta 400. SD Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya mengirimkan 4 perwakilan,  Muhammad Ali Zuhdi (4), Elen Jelita (4), Dendi Hermawan (3), dan Azzahransyah Sofia Siswanto (3). Keempat peserta, semua bisa masuk final. Akhirnya satu anak  Menjadi juara 3, dua anak masuk 10 besar dan satu lagi menjadi finalis.&lt;br /&gt;            Tanggal 14 Mei 2009, Siswa SMP Islam Al-Azhar KGS mengikuti lomba renang antar pelajar di kota Surabaya, Alhamdulillah, satu satunya siswa yang dikirim, Hilal Apriyanto kelas VII SMP mendapat juara 2. Dalam waktu yang sama guru TK Al-Azhar KGS juara 3 dalam lomba membuat Alat Peraga Edukasi (APE). Sekarang Guru-guru TK AKGS tengah menyiapkan lomba  HAN tingkat kota Surabaya. Ada tiga lomba yang harus mewakili untuk kecamatan, yaitu lomba menyanyi bersama, percakapan, dan melempar. Semoga prestas-demi prestasi terus diraih. Amin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-301911237206008671?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/301911237206008671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=301911237206008671' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/301911237206008671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/301911237206008671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2009/05/pretasi-al-azhar-kelapa-gading-surabaya.html' title='Pretasi Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya Di Hari Jadi Kota Surabaya ke 716'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-2250752676634033494</id><published>2009-05-17T23:34:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T23:37:10.316-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guru BP Madrasah Tsanawiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Timur'/><title type='text'>Kunjungan Guru BP Madrasah Tsanawiyah Se-Jawa Timur di Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;          Senin, 18 Mei 2009 SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya kedatangan tamu. Mereka yang datang adalah guru BP (Bimbingan Penyuluhan) di Madrasah Tsanawiyah se Jawa Timur. Guru BP yang hadir merupakan peserta diklat tentang materi ke-BP-an selama satu Minggu di Departemen Agama. Adapun kedatangannya ke Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya dalam rangka studi lapangan untuk hari terakhir dalam pelatihan tersebut. Di waktu yang bersamaan, jam yang sama, Kapala Sekolah TK se Kecamatan Mulyorejo berkunjung ke Al-Azhar Kelapa Gading Jakarta untuk Studi Banding.&lt;br /&gt;            Ada 40 guru yang mengikuti kunjungan ke Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya dengan didampingi satu pembimbing, bapak Drs. Agus Ahmadi, M.Ag. Setelah direktur, kepala sekolah SMP, dan guru BP Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya mnyampaikan materi. Peserta diberi kesempatan untuk bertanya. Salah satu peserta dari Tuban bertanya tentang pengembangan sekolah karakter dan penanganan terhadap anak. Alhamdulillah, ternyata berbagai persoalan yang ditanyakan dapat diterima dengan baik. Setelah itu, peserta diklat berkeliling untuk mengetahui kondisi kelas dan proses penanganan anak yang menghadapi masaah.&lt;br /&gt;            Kerjasama dengan Depag ini sudah sering kita lakukan, bukan hanya untuk SMP, tetapi juga untuk SD. Kami merasa bersyukur diberi kepercayaan untuk memberikan materi kepada para peserta diklat. Semoga apa yang kita laksanakan bersama dapat bermanfaat dalam rangka mencerdasakan anak bangsa.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-2250752676634033494?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/2250752676634033494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=2250752676634033494' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/2250752676634033494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/2250752676634033494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2009/05/kunjungan-guru-bp-madrasah-tsanawiyah.html' title='Kunjungan Guru BP Madrasah Tsanawiyah Se-Jawa Timur di Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-1913841349685709849</id><published>2009-04-27T20:14:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T21:25:14.364-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Anak Nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UPTD BPS Kecamatan Mulyorejo Kota Surabaya'/><title type='text'>Guru dan Siswa TK Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya Memborong Juara</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Tanggal 25 April 2009 IGTKI bersama UPTD BPS Kecamatan Mulyorejo mengadakan seleksi lomba untuk Hari Anak Nasional. Kegiatan yang diikuti sekitar 1000 peserta dari 47 TK di Kecamatan Mulyorejo diselenggarakan di Perguruan Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya. Ada 8 cabang lomba yang diperebutkan di dalam kegiatan HAN tersebut. Lomba menyanyi tunggal, nyanyi bersama, percakapan, tari, mewarna, melempar, dan menyanyi sambil bermain. Menurut panitia, tempatnya sangat representatif. Selain semua ruang yang dibutuhkan tersedia juga ada lapangan yang luas untuk arena olahraga. Sangat memungkinkan dipenuhi sekitar 2000 orang, baik peserta, guru pendamping, maupun orang tua. Kegiatan ini juga diliput oleh Radar Surabaya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, pembinaan yang selama ini dilakukan membuahkan hasil. Dari 8 cabang yang dilombakan, TK Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya mendapat 6 piala (juara umum). Juara 1 menyanyi bersama, juara 1 percakapan, juara 1 melempar, juara 2 tari, juara 2 menyanyi tunggal, dan juara 3 percakapan. &lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Acara yang setingkat kecamatan itu dimeriahkan berbagai kesenian siswa SD Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya. Ada drummer cilik Renno Daffa, kelas 3 SD yang juara 1 Jawa Timur. Ada juga penyanyi cilik Putri Diyanah Mahdiyah (Dea) yang telah mengeluarkan lima album. Ada juga seni patrol yang juara kota Surabaya. Begitu juga band putri kelas 5 dan musik ansambel juga ikut ambil bagian dalam acara HAN Kecamatan Mulyorejo. &lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya berbagai prestasi telah diukir oleh siswa TK. Tanggal 23 membawa 3 piala dari Maspion Square dalam acara Preschool Festival 2009. Juara 1 Reading in English, juara 1 dan 2 Puisi “Guru Idolaku”. Tanggal 14 April di Perpustakaan Universitas Airlangga mendapat juara 3 lomba bercerita. Tanggal 18 April di Al-Khoiriyah mendapat juara 1 dan 3 untuk lomba Puzzle Komputer dan juara 1 lomba menyanyi bersama. Tanggal 19 April di Al-Muttaqin mengikuti lomba hafalan surat pendek, Alhamdulillah untuk juara 1 sampai 3 diborong oleh anak TK Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya. Tanggal 18 April 2009, ditunjuk UPTD BPS Mulyorejo untuk mewakili Mulyorejo ke Dinas Pendidikan Kota Surabaya dalam lomba menyanyi tunggal. Alhamdulillah bisa juara 3. &lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan dengan berbagai kejuaraan untuk anak TK, tanggal 23 April 2009 guru TK juga berpretasi menjadi juara 1 lomba baca puisi, juara 2 guru berprestasi, dan juara 3 menyanyi. Sebelumnya kepala sekolah dan guru sudah mewakili sebagai kepala sekolah dan guru PAUD berprestasi kecamatan Mulyorejo. Untuk kategori Kepala Sekolah berprestasi, mendapat juara 3 dan guru PAUD, mendapat juara 2 Tingkat Kota Surabaya. Semoga prestasi yang baik ini bisa ditingkatkan lagi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-1913841349685709849?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/1913841349685709849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=1913841349685709849' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/1913841349685709849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/1913841349685709849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2009/04/guru-dan-siswa-tk-al-azhar-kelapa.html' title='Guru dan Siswa TK Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya Memborong Juara'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-5357005699662422502</id><published>2009-04-19T20:59:00.001-07:00</published><updated>2009-04-19T21:00:55.455-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='qurrota a’yun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak Perlu Dilatih Menyelesaikan Masalah'/><title type='text'>Anak Perlu Dilatih Menyelesaikan Masalah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Setiap orang tua sangat berharap memiliki anak yang solih-solihah, penyejuk mata (qurrota a’yun), dan mandiri, siap meminpin orang lain dan diri sendiri.  Bahkan setiap hari orang tua minta kepada Allah melalui do’a. Sebagaimana firman Allah Surat Al-Furqon ayat 74, yang artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan anak-anak kami sebagai penyejuk mata  dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Harapan yang setiap hari dilafalkan lewat doa seringkali tidak diikuti dengan perilaku yang baik kepada anak-anak kita. Banyak kesalahan yang dilakukan oleh orang tua bukan karena orang tua tidak sayang. Justru karena sayangnya kelewatan, banyak orang tua melakukan kesalahan. Anak mau melakukan ini tidak oleh mau begitu tidak boleh. Anak selalu dihindari dari masalah yang mestinya bisa dijadikan sebagai pengalaman masa kecil anak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orang tua berharap anaknya memiliki kemandirian, namun sejak kecil anak tidak boleh berhadapan dengan masalah. Menghadapi masalah sedikit saja orang tua sudah harus memberikan perlindungan yang berlebihan. Bahkan ada kecenderungan orang tua tidak mau direpotkan, yang penting anaknya tidak menghadapi masalah, aman dari persoalan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika melihat anak menangis minta sesuatu, orang tua segera memberikan, meskipun itu belum perlu. Ketika melihat anaknya belajar berjalan dan terjatuh, orang tua segera menolong tanpa diberi motivasi untuk mencoba melangkah lagi. Hal ini tampak karena orang tua begitu sayang kepada anak.Takut jika anaknya terluka. Orang tua tidak menginginkan anaknya menangis karena ada masalah. Maunya orang tua ingin segera membantu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dunia anak memang dunia bermain, baik itu di sekolah maupun di rumah. Dalam permainan itu, anak mulai berhadapan dengan keberagaman teman. Ada yang pendiam, ada yang jail, bahkan ada yang suka mengganggu. Menghadapi masalah seperti ini terkadang orang tua kurang memberikan apresiasi. Maunya si anak harus berteman dengan yang aman-aman saja, anak yang pendiam, anak yang pintar. Lebih parahnya, ketika anak mengalami masalah dengan temannya, justru orang tua yang mengambil inisiatif untuk membantu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekali lagi, kesalahan orang tua terhadap anak bukan karena tidak sayang, tetapi kelewatan sayang. Anak tidak diberi kesempatan untuk menyelesaikan masalahnya. Dengan bahasa lain orang tua tidak tega jika anaknya harus bersusah-susah menyelesaikan masalah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Orang tua pasti ingin anaknya menjadi pemenang dan tidak mau anaknya menjadi pecundang. Namun dengan perlakukan yang  berlebihan seperti ini (over protectif) maka sangat memungkinkan anak hanya akan menjadi pemenang di rumah, tetapi sebaliknya jika di luar rumah, anak akan menjadi pecundang. Setiap ada masalah selalu minta tolong karena tidak bisa menjadi problem solver justru yang sering anak hanya sebagai problem maker.&lt;br /&gt;Apapun yang dikehendaki oleh anak akan terpenuhi. Anak tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Semua masalah yang dihadapi oleh anak sudah diambil alih  oleh orang tua. Anak selalu merasa aman dan nyaman di samping orang tua. Seolah-olah tidak ada orang lain yang berhak mengganggu dirinya selama masih ada orang tua. Jika hal ini terjadi terus menerus, maka kelak dewasa anak sulit berperilaku mandiri. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keinginan orang tua bisa terwujud jika orang tua mau menahan diri. Memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar menyelasaikan masalahnya sendiri. Sebenarnya masalah yang dihadapi oleh anak-anak tidak terlalu rumit. Insya-Allah anak-anak mampu menyelesikan masalahnya sendiri. Orang tua cukup memberikan motivasi untuk bisa menghadapi setiap masalah anak dengan tenang. Bukan orang tua  yang mengambil alih agar anaknya bisa terhindar dari masalah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berdasarkan pengalaman yang ada di masyarakat, banyak orang sukses yang kehidupannya ditempa melalui pengalaman hidup sejak kecil. Merekalah yang mampu memenangkan persaingan di dunia nyata. Anak yang sejak kecil sering berhadapan dengan masalah dan diajari untuk menyelesaikan masalah, dialah yang akan memiliki kekayaan luas terhadap problem yang dihadapi dan tahu cara menyelesaikannya. Akhirnya, dia akan menjadi problem solver.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengalaman hidup adalah hal yang sangat berharga untuk kemudian hari. Ibarat seorang dokter yang sering menghadapi pasien, maka dokter tersebut akan banyak memiliki pengalaman. Begitu juga seorang guru yang sering menghadapi broblem di kelas, maka dengan pengalaman itu, akan banyak langkah yang diperoleh untuk menyelesaikan masalah, asalkan guru itu tidak mudah mengeluh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasulullah Muhammad SAW mempunyai pengalaman hidup yang cukup berat. Ketika dilahirkan, tidak bertemu dengan ayah. Ketika usia enam tahun ditinggal oleh ibu. Dengan kondisi yang cukup berat itu, Muhammad mampu menghadapi permasalahan dengan baik. Akhirnya beliau tampil sebagai pemimpin yang paling berpengaruh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Insya Allah kita semua berharap anak kita menjadi anak yang tangguh. Anak yang siap menghadapi tantangan hari esok yang lebih berat. Untuk itu, berikan kesempatan kepada anak-anak kita untuk belajar menyelesaikan masalah yang dihadapi. Biarkan anak kita bertemu dengan keragaman masalah. Namun demikian, ajarilah untuk menyelesaikan masalah dan bukan mengambil alih masalah. Dengan demikian, insya-Allah kita akan menemukan anak-anak kita yang tanggung dan siap menghadapi masalah dan menjadi pemimpin masa depan. Amin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-5357005699662422502?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/5357005699662422502/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=5357005699662422502' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/5357005699662422502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/5357005699662422502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2009/04/anak-perlu-dilatih-menyelesaikan.html' title='Anak Perlu Dilatih Menyelesaikan Masalah'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-6680374233487083100</id><published>2009-04-19T20:51:00.000-07:00</published><updated>2009-04-19T20:53:46.740-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Universitas Dar al-Muallimin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Ada di Rumah'/><title type='text'>Sumber Kasih Sayang dan Cinta Ada di Rumah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ada sebuah kata  bijak yang disampaikan oleh Ma’ruf Musthafa Zurayq, Guru besar pendidikan dan psikologi Universitas Dar al-Muallimin Dasamkus, ”Jika cinta tidak diajarkan di rumah, hampir tidak masuk akal untuk mempelajarinya di manapun.” Kalimat ini menjadi kata kunci kita sebagai orang tua dalam membangun kasing sayang antar sesama. Dan itu bermula dari lingkungan keluarga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah berlebihan jika rumah menjadi sumber kasih sayang dan cinta. Di rumah inilah seorang anak akan menerima kasih sayang dan cinta. Di rumah inilah anak akan melihat proses kasih sayang antar sesama di bangun. Perilaku anak muncul dari kasih sayang yang diterima oleh orang-orang terdekatnya, dialah orang tua, ayah dan ibu. Penerimaan orang tua terhadap kehadiran sang anak menjadi penguat anak dalam melangkahkan kaki.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedekatan anak dengan orang tua ditentukan oleh kasih sayang dan cinta. Jika orang tua memberikan perhatian dan kasih sayang, maka anak akan memiliki kasih sayang kepada orang tua. Sebaliknya, jika kasih sayang dan cinta yang dibangunorang oleh orang tua rapuh, maka ini awal dari kerenggangan anak dengan orang tua.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kasih sayang dan cinta orang tua terhadap anak banyak terlihat di dalam komunikasi. Meskipun materi yang diberikan kepada anak tidak kurang, bahkan berlebihan, tetapi komunikasi yang dibangun tidak mencerminkan cinta kasih, maka semua itu tidak ada arti. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi bukan persoalan yang kecil dalam membina keharmonisan rumah tangga. Komunikasi sebagai kata kunci dalam membentuk prilaku kasih sayang dan cinta. Baik itu komunikasi verbal maupun komunikasi non verbal. Dengan komunikasi yang baik akan terbentuk hubungan yang baik antar sesama. Sebaliknya, meskipun mempunyai tujuan yang baik, tetapi cara komunikasi yang kurang baik akan berakibat kurang baik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kehangatan komunikasi antar anggota keluarga akan mewarnai pola pikir penghuninya. Canda tawa antara orang tua dan anak, antara ayah dan ibu adalah wujud kehangatan komunikasi. Ketika rumah sudah kehilangan kehangatan dalam komunikasi. Canda tawa mulai hilang dari lingkungan keluarga, maka bersamaan dengan itu kasih sayang mulai menghilang. Lalu ke mana anak-anak kita mencari kehangatan komunikasi? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang kesibukan telah melupakan komunikasi yang harmonis dalam rumah tangga. Masing-masing anggota keluarga sudah sibuk dengan urusannya sendiri. Ayah sibuk di kantor dengan tugas yang menumpuk di meja. Tahu-tahu di rumah, wajah ayah sudah membawa beban yang luar biasa. Begitu juga ibu sibuk dengan tugasnya sendiri. Lalu ke mana anak-anak bisa mengadu?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada saat seperti itu, si anak sudah mulai kehilangan figur yang paling dicintai, yaitu oang tua, ayah dan ibu. Saat itu pula orang tua sudah mencari alternatif, yang paling mudah adalah pembantu. Dengan pembantu, orang tua sudah merasa aman karena anak sudah ada yang menjaganya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun cinta dan kasih sayang pembantu tak ada bandingnya dengan cinta orang tua. Meskipun katakanlah si pembantu adalah pembantu terbaik, tetapi tetap saja tidak bisa menggantikan posisi orang tua. Peran pembantu dalam hal ini hanya meringankan beban orang tua dalam urusan tertentu. Namun perlu diketahui, untuk urusan pendidikan anak, peran orang tua belum bisa digantikan oleh pembantu. Jika orang tua memaksakan kehendak maka suatu saat akan terjadi perilaku yang dapat merugikan orang tua sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang tua sudah mengambil alih fungsi dan peran orang tua dalam pengasuhan anak, pendidikan anak, hal ini akan menjadi bermasalah. Apalagi jika suatu saat anak sudh tidak lagi mempedulikan orang tua. Apa mau orang tua, anak tidak mau tahu, maka ini awal dari persoalan yang perlu dipertanyakan. Anak sudah lebih dekat dengan pembantu. Anak lebih cenderung mengikuti perilaku pembantu yang memberi kasih sayang lebih dibanding dengan orang tua sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, orang tua adalah pemilik kasih sayang dan cinta bagi anak. Apapun alasannya, anak tetap tidak suka jika diabaikan oleh orang tua. Kesibukan orang tua tidak harus memutuskan komunikasi dengan anak. Komunikasi menjadi kata kunci bentuk kasih sayang dan cinta. Jika komunikasi dilandasi oleh rasa cinta dn kasih sayang, maka akan terbangun kehangatan, meskipun jarak agak berjauhan. Inilah yang perlu diperhatikan adalah membangun cinta dan kasih sayang dalam rumah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-6680374233487083100?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/6680374233487083100/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=6680374233487083100' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/6680374233487083100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/6680374233487083100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2009/04/sumber-kasih-sayang-dan-cinta-ada-di.html' title='Sumber Kasih Sayang dan Cinta Ada di Rumah'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-3802802390276155765</id><published>2009-04-19T20:20:00.000-07:00</published><updated>2009-04-19T20:22:36.009-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ujian nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SMP'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SMA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan karakter'/><title type='text'>Pendidikan Karakter Perlu Dikokohkan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Akhir bulan April telah dilaksanakan ujian nasional (UN). Ujian yang menjadi penentu kelulusan untuk siswa SMP dan SMA. Ujian inilah yang membuat kebanyakan orang tua ikut spot jantung. Bagaimana tidak, sekolah yang lamanya tiga tahun, harus ditentukan dalam empat atau lima hari. Anak yang tiga tahun di lembaga formal, jika tidak lulus harus berijazah nonformal. Ini sebuah kenyataan dalam dunia pendidikan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Banyak cara yang dilakukan oleh guru maupun orang tua agar hasil ujiannya bisa lulus. Kegiatan bimbingan belajar yang tak henti-henti, try out berkali-kali, Bahkan ada pula yang menggunakan cara-cara tak terpuji. Misalnya dengan melakukan kecurangan yang sistematis, mulai dari kerja sama antar siswa sampai ada juga yang membuat tim sukses. Lebih mengerikan lagi di sebuah harian pagi ada orang tua dengan anaknya membeli soal. Begitu juga ada kepala sekolah mencuri soal. Semua dilakukan untuk mencapai kelulusan yang sempurna. Inikah yang diharapkan di dalam proses pendidikan di sekolah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di tengah hiruk pikuk problem amoral dan kekerasan remaja saat ini, sudah saatnya pendidikan kita berorientasi pada pembentukan karakter. Yaitu pendidikan yang dasar pemikirannya bertumpu pada nilai-nilai moral-spiritual. Pendidikan yang menjadikan anak sebagi subyek dan bukan obyek. Memang saat ini banyak yang berdalih bahwa apa yang dilakukan oleh orang tua dan guru adalah demi kepentingan anak-anak. Namun kenyataannya banyak yang bergeser menjadi "demi kepentingan sekolah dan orang tua" sehingga harus mengorbanka nilai-nilai moral-Spiritual.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekolah dan orang tua jangan sampai terjebak oleh sistem pendidikan saat ini. Unas hanyalah sebuah bentuk kebijakan pemerintah yang perlu direpon dengan baik tanpa harus mengorbankan nilai-nilai kejujuran, keteguhan, kegigihan, dan lainnya. Dengan model ujian smacam ini, secara psikologis anak-anak tertekan. Tidak heran jika banyak berita stres massal, kesurupan massal, dan perilaku kejiwaan lainnya. Semua itu muncul dari sebuah tekanan yang berlebihan yang muncul dari sekolah dan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebenarnya pendidikan itu memiliki tujuan yang sangat mulia. Pendidikan itu merupakan pembentukan karakter yang terwujud dalam kesatuan esensial si subyek didik dengan perilaku dan sikap hidup yang dimilikinya. Karakter menjadi identitas yang mengatasi pengalaman seseorang. Dari kematangan karakter inilah, kualitas seorang pribadi diukur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pendidikan merupakan usaha sistematis dengan penuh kasih sayang untuk membangun peradaban bangsa. Pendidikan menjadi bermakna jika semua yang terkait memahami hakekat pendidikan itu sendiri. Banyak orang yang mengatasnamakan pendidikan tetapi justru melakukan penyimpangan dan gagal dalam menjalankan komitmen pendidikan. Mereka melihat pendidikan dalam rangka mengejar sukses materi tanpa disertai pemaknaan yang dalam. Pendidikan hanya sempit dengan berujung pada materi keduniaan, yaitu jabatan dan kekuasaan. Hingga tidak jarang orang yang menitipkan harga dirinya pada jabatan dan materi yang ada, namun nilai-nilai kepribadiannya rapuh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Manusia sudah mulai gampang terombang-ambingkan situasi. Apapun yang dilakukan hanya untuk kepentingan sesaat, yang penting tujuan bisa tercapai. Idealisme luntur seketika oleh pengaruh yang menyeret pada kehidupan dunia yang menjanjikan. Tak peduli itu hanya sekedar fatamorgana atau apapun namanya. Pendidikan kita sudah mulai kehilangan karakter yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pendidikan yang sehat adalah yang secara sadar membantu anak didik bisa merasakan, menghayati, dan menghargai jenjang makna hidup dari yang bersifat fisikal sampai yang moral, estetikal, dan spiritual. Peradaban dunia selalu dibangun oleh tokoh-tokoh moral-spiritual, yang dihancurkan politisi dan teknokrat yang mabuk kekuasaan. Jika sistem pendidikan sudah mulai meninggalkan karakter, maka tidak menutup kemungkinan bahwa anak-anak kita yang sekarang masih duduk di bangku sekolah akan menjadi manusi sukses dengan harus menghilangkan kepribadian sebagai manusia yang bermartabat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tujuan pendidikan pada dasarnya adalah untuk pembentukan karakter yang terwujud dalam kesatuan esensial si subyek dengan perilaku dan sikap hidup yang dimilikinya. Karakter merupakan sesuatu yang mengualifikasi seorang pribadi. Karakter menjadi identitas yang mengatasi pengalaman seseorang yang selalu berubah. Dari kematangan karakter inilah, kualitas seorang pribadi diukur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pendidikan yang ada saat ini sudah mulai terjadi pergeseran. Karakter bukan lagi menjadi perbincangan yang serius dalam menata generasi ke depan. Karakter seolah-olah hanyalah menjadi pelengkap dan lipstik. Fokus utama yang menjadi bahan perbincangan adalah hasil akademik. Meskipun menjadi perdebatan pro-kontra, tetapi inilah yang sekarang menjadi perbincangan hangat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Al-Qur’an mengingatkan kepada kita bahwa manusia memiliki karakter pembawaan. Kalau tidak baik yang jahat. Hal itu telah tertuang di dalam firman Allah SWT surat As-Sams: 8-10. "Maka Dia (Allah) mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kejahatan dan ketakwaan. Sungguh beruntung orang-orang yang menyucikan dirinya. Dan sungguh merugilah orang-orang yang mengotorinya."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Peringatan Allah ini mestinya kita perhatikan bersama. Bukankah anak-anak kita sejak lahir sudah membawa kecenderungan untuk selalu membawa nilai-nilai kebenaran, selalu mengilahkan Allah sejak di dalam kendungan. Namun begitu lahir ke dunia, lingkungan telah membentuknya. Sekolah jangan sampai kehilangan pendidikan karakter. Tentunya ini harus di dukung dengan orang tua. Relakah jika anak-anak kita menjadi pembohong, pendusta, dan melakukan tindakan tak terpuji demi tujuan sesaat yang belum tentu bisa menjamin kesuksesan anak-anak di dunia apalagi di akhirat. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-3802802390276155765?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/3802802390276155765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=3802802390276155765' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/3802802390276155765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/3802802390276155765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2009/04/pendidikan-karakter-perlu-dikokohkan.html' title='Pendidikan Karakter Perlu Dikokohkan'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-97171010079767891</id><published>2008-12-29T18:19:00.000-08:00</published><updated>2008-12-29T18:20:40.847-08:00</updated><title type='text'>Assesor Badan Akreaditasi Sekolah Memberi Pujian Untuk AKGS</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tanggal 13 Oktober 2008 TK Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya kedatangan tamu assessor. Kehadiran tamu istimewa ini dalam rangka melihat kondisi sekolah dan memberikan penilaian (akreditasi). Mereka yang datang adalah Bapak Drs. Arthur Pinontoan, MM dari Dinas Kota Surabaya dan Bapak Drs. Imam Sucahyo, M.Si dari UNESA. Setelah selesai menilai, assessor memberikan komentar bahwa TK Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya mestinya menjadi rujukan tingkat Jawa Timur.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 17 Oktober 2008 giliran SD Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya yang kedatangan tamu assessor untuk memberikan penilaian sekolah. Mereka yang datang Bpk. Drs. Toha Mahsun, M.Pd  PR II IAIN Sunan Ampel Surabaya dan Drs. Suhari, M.Pd   dosen Unipa Adi Buana. Kedua assessor memberikan apresiasi positif terhadap SD. Beliau merasa senang dan bangga ada sekolah Islam yang sebagus Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada 9 poin yang dinilai di dalam kegiatan akreditasi, baik menyangkut administrasi, prestasi, maupun lainnya. Poin itu meliputi: 1. Kurikulum dan pembelajaran, 2. Administrasi dan manajemen sekolah, 3. Organisasi dan kelembagaan, 4. Sarana dan prasarana, 5. Ketenagaan, 6. Pembiayaan dan pendanaan, 7. Peserta didik, 8. Peran serta masyarakat, dan 9. Lingkungan dan budaya sekolah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari poin yang dinilai, semua nyaris sempurna.Alhamdulillah, pada tanggal 18 Desember 2008, hasil akreditasi diumumkan lewat UPTD kecamatan. Berdasarkan nomor 058/BAP-SM/TU/XI/2008 tertanggal 28 November 2008. TK dan SD Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya mendapatkan nilai maksimal di Kota Surabaya. Untuk TK, mendapat nilai 97,95 (kualifikasi “A) dan untuk SD mendapat nilai 98,24 (kualifikasi “A”). Kepala UPTD dan jajarannya memberikan ucapan selamat untuk Perguruan Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-97171010079767891?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/97171010079767891/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=97171010079767891' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/97171010079767891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/97171010079767891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2008/12/assesor-badan-akreaditasi-sekolah.html' title='Assesor Badan Akreaditasi Sekolah Memberi Pujian Untuk AKGS'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-9012641109821904753</id><published>2008-10-28T00:52:00.000-07:00</published><updated>2008-10-28T00:56:05.576-07:00</updated><title type='text'>Menggagas Sekolah Berbasis Karakter</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Berbagai bentuk sekolah muncul dengan “Brand” yang bermacam-macam. Ada sekolah yang berbasis IT. Ada juga sekolah yang berbasis tauhid. Aja juga sekolahyang diberi nama sekolah “kreatif”, sekolah “terampil” Bahkan ada pula sekolah yang hanya mengandalkan hasil ujian nasional atau sering disebut dengan sekolah berbasis unas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari model yang digagas itu sengaja setiap sekolah menjual nama “Brand image”. Hendak di bawa ke mana sekolah ini. Atau apa yang menjadi kekuatan atau kelebihan bagi sekolah ini. Sekolah yang berbasis IT tentunya lebih menonjolkan IT sebagai penguat sekolah. Semua informasi ke orang tua, bahkan pembelajaran, melalui pendekatan IT. Sementara sekolah yang berbasis tauhid, lebih banyak pada pendekatan spiritual.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sejak digulirkannya Ujian Nasional untuk SMP dan SMA serta Ujian Akhir sekolah Berstandar Nasional (UASBN), banyak sekolah mendisain sekolah berbasis Ujian Nasional. Semua pendekatan pembelajaran mengarah pada hasil ujian akhir. Ranah kognitif menjadi vokus utama. Sementara untuk afektif dan psikomotor terabaikan. Hal ini telah memunculkan berbagai polimek dalam pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lebih tragis lagi, tidak jarang sekolah keluar dari koridor yang sesungguhnya dalam mendidik anak. Berbagai cara dilakukan agar hasil unasnya bisa tercapai maksimal, 100% dengan hasil terbaik. Praktik kecurangan dilakukan untuk membangun kepercayaan ke masyarakat bahwa sekolah ini menghasilkan lulusan yang terbaik. Sampai-sampai muncul berbagai kasus, ada yang mencuri soal, ada yang memberikan jawaban di kamar mandi, ada yang mengirimkan SMS, bahkan ada yang melakukan kerjasama begitu rapi. Guru membuat kunci jawaban kemudian diberikan kepada anak yang duduk di depan dan selanjutnya lembar jawaban diangkat supaya bisa ditiru oleh siswa yang di belakangnya. Jika praktik seperti ini sudah dimulai sejak di SD. Kita bisa membayangkan, bagaimana pendidikan kita jika hal ini terus dilakukan? Bisa-bisa Indonesia akan meluluskan lulusan pembohong. Mudah-mudahan itu tidak terjadi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berawal dari realita ini, kami mencoba untuk menggagas “Sekolah Berbasis Barakater”. Kami sangat menyadari bahwa Ujian Nasional meskipun mengundang pro dan kontra, tapi ini realita yang sudah menjadi bagian dari system pendidikan di Indonesia. Dengan tujuan agar kualitas pendidikan di Indonesia meningkat. Untuk menjawab ini semua, para petinggi pendidikan yang bisa menjawab dengan realita yang ada sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Sekolah Berbasis Karakter” kami gagas sejak bulan Januari 2007. konsep ini kami terapkan di Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya. Konsep yang berbentuk buku ini telah diberi komentar oleh Mendiknas, Prof. Dr. H. Bambang Sudibyo, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Dr. Rasiyo, Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur, Dr. Daniel M. Rasyid. Rektor ITS Prof. Ir. Priyo Suprobo, MS., Ph.D Dan masih banyak lagi komentar dari para tokoh pendidikan di Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di dalam Buku ini kami berusaha memberikan solusi terhadap masalah yang muncul dalam dunia pendidikan, terutama menyiapkan anak-anak didik menjadi anak-anak yang memiliki kepribadian utuh. Selain tetap pada system yang berjalan, kepribadian anak serta idealisme guru tetap terjaga. Saya tidak berharap dengan adanya sistyem yang ada ini, menghapus berbagai potensi yang sudah dimiliki anak. Sehingga terjadi pembunuhan karakter sejak dini atas nama pendidikan. Lebih jauh lagi, kita semua harus tetap menjaga karakter anak, jangan sampai kejujuran mereka ternoda dengan kebohongan-kebohongan untuk tujuan sesaat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami menuangkan konsep pendidikan yang bertumpu pada sifat dasar manusia dengan menggunakan tiga pilar utama. Pertama, setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, yaitu memiliki kecenderungan berbuat baik. Untuk itulah sifat Rasulullah Muhammad SAW menjadi tauladan yang harus dibudayakan dalam kehidupan sehari-hari agar fitrah itu terus terjaga. Jangan sampai karena tujuan sesaat itu merusak fitrah manusia. Terutama anak-anak kita. Pilar pertama ini adalah pembentukan moral. Kedua, setiap anak cerdas. Artinya, tidak ada anak yang bodoh, semua anak memiliki kecerdasan yang berbeda-beda. Untuk itulah kecerdasan yang berbeda itu perlu dikembangkan sesuai dengan potensinya. Pilar kedua adalah pengembangan kecerdasan majemuk. Ketiga, setiap aktifitas mempunyai tujuan, begitu pula dalam pembelajaran. Untuk itu setiap pembelajaran lebih ditekankan pada kebermaknaan pembelajaran. Apa artinya anak sekolah apabila tidak memiliki makna buat anak itu serta ke depan untuk membangun bangsa yang bermoral dan berwibawa. Untuk itulah berbagai pendekatan yang mampu menggugah anak untuk belajar mandiri dalam mencapai tujuannya. Kami berusaha mendekatkan antara output dan outcome.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam memahami tiga pilar yang ada, sekolah tidak bisa melangkah sendiri. Ketiga pilar itu perlu dukungan dari orang tua. Antara sekolah dengan orang tua saling memberikan dukungan. Dengan demikian akan terwujud sebuah harapan. Dan semua itu tidak lepas dari rasa tanggung jawab yang kuat dan kerja keras untuk tujuan membangun karakter anak bangsa. “Sekolah Berbasis Karakter” ini bisa diterapkan oleh siapa saja. Sebagaimana saran Dr. Rasiyo agar konsep ini bukan untuk kalangan tertentu, tetapi semua kalangan bisa melaksanakan. Ada beberapa langkah yang bisa diterapkan dalam konsep ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pilar pertama: Pembentukan Moral &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada pilar pertama ini penekananya pada pembiasaan dan pendampingan. Ada langkah-langkah untuk pembiasaan dan pendampingan: Pertama, memasukkan konsep moral pada setiap kegiatan pembelajaran dengan cara: a) Menanamkan nilai kebaikan kepada anak (Knowing the good), b) Menggunakan cara yang membuat anak memiliki alasan atau keinginan untuk berbuat baik (Desiring the good), c) Mengembangkan sikap mencintai perbuatan baik (Loving the good), d) Senantiasa melaksanakan perbuatan baik (Acting the good). Kedua, membuat slogan-sloga yang mampu menumbuhkan kebiasaan baik dalam segala tingkah laku masyarakat sekolah. Ketiga, pemantauan secara kontinyu atau pendampingan guru setiap saat. Pemantauan ini meliputi tiga hal, khususnya dalam soft competence, yaitu perilaku, kosep diri anak, dan motivasi. Keempat, pendampingan orang tua di rumah dengan memberikan penilaian terhadap perilaku anak di rumah. Selanjutnya dikonsultasikan dengan guru di sekolah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pilar kedua: Pengembangan Kecerdasan Majemuk &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setiap anak memiliki kecerdasan. Dengan kata lain, tidak ada anak yang bodoh. Profesor Howard Gardner dalam sebuah penelitiannya menyatakan bahwa ada minimal 9 kecerdasan yang dimiliki oleh anak. Hal ini memberikan peluang kepada setiap manusia untuk mengembangkan setiap kecerdasan yang dimilikinya. Sembilan kecerdasan itu adalah, kecerdasan spiritual, linguistic, logis-matematik, visual-spasial, kinestetik-jasmaniah, musical, interpersonal, intrapersonal, dan natural. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan mengembangkan kecerdasan majemuk di sekolah, maka seorang guru bisa mengetahui gaya belajar anak sesuai dengan kecerdasan yang dimiliki oleh anak sehingga guru juga bisa menyesuaikan dengan gaya mengajarnya. Selain itu, guru bisa mengembangkan potensi kecerdasan yang telah dimiliki sebagai benih awal untuk mengarah pada puncak prestasi dan kesuksesan anak. Hal ini dilakukan bersama orang tua.&lt;br /&gt;Selama ini masih banyak orang yang terpaku pada tes IQ yang telah dikembangkan oleh Binnet. Hal inilah yang sering membuat orang tua resah. Dengan hasil tes IQ yang tidak menguntungkan seolah-olah sudah suramlah masa depan anak. Sejak Daniel Goelman menginformasikan hasil penelitiannya, bahwa kesuksesan anak 20% ditentukan oleh IQ sementara 80% ditentukan oleh Emotional Quotient (EQ) dan Spiritual Quotient (SQ), maka ini dapat mengurangi keresahan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pilar Ketiga: Kebermaknaan Pembelajaran &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sekolah haruslah bermakna bagi siswa dan lingkungannya. Apa artinya anak ke sekolah jika tidak memberikan manfaat. Banyak waktu yang dihabiskan oleh anak di sekolah tetapi tidak mendapatkan apa-apa sehingga tidak jarang anak-anak merasa bosan di sekolah dan akhirnya malas ke sekolah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk mewujudkan agar pembelajaran memiliki kebermaknaan, maka ada langkah-langkah yang strategis untuk dilakukan oleh sekolah atau guru. Pertama, sekolah melihat kebutuhan anak dan masyarakat. Kedua, setiap guru menentukan tujuan materi yang diajarkan kepada anak. Ada dua tujuan dalam proses pembelajaran, pertama higt base education, pendidikan yang berorientasi pada kejenjangan. Lulusan memiliki nilai yang baik sehingga bisa memilih sekolah yang diharapkan. Kedua, broad base education, pendidikan yang berorientasi pada kecakapan hidup. High base education akan menghasilkan output yang baik dan broad base education akan menghasilkan outcome yang berkualitas. Kami mencoba mendekatkan antara output dengan outcome. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-9012641109821904753?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/9012641109821904753/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=9012641109821904753' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/9012641109821904753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/9012641109821904753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2008/10/menggagas-sekolah-berbasis-karakter.html' title='Menggagas Sekolah Berbasis Karakter'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-3837904284467868831</id><published>2008-10-27T19:11:00.001-07:00</published><updated>2008-10-28T00:58:03.890-07:00</updated><title type='text'>Memulai dari  Cita-Cita</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;“Apa cita-citamu nanti kalau sudah besar?” Tanya seorang ibu kepada anaknya yang masih duduk di bangku TK. Si anak menjawab sekenanya, “Aku ingin menjadi dokter, aku ingin menjadi pilot, aku ingin menjadi guru, aku ingin menjadi superman, dan lainnya.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari jawaban pertanyaan yang disampaikan oleh seorang ibu, sebenarnya masih bisa dikembangkan lagi. “mengapa kamu ingin menjadi dokter, menjadi pilot, menjadi guru, menjadi superman, dll”. Jawaban anak itu sekenanya, tetapi minimal ia sudah mempunya konsep tentang dokter, pilot, guru, superman, atau lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertanyaan itu merupakan benih yang kita semai. Sementara jawaban anak yang sekenanya itulah benih yang sudah uncul tunasnya. Meskipun suatu saat jawaban anak akan berubah-ubah dan itu pasti terjadi. Tetapi minimal ia sudah mempunyai arah sesuai dengan pandangan yang positif.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari sinilah orang tua sudah mulai bisa memasukkan konsep-konsep dasar bagi anak. Apa itu itu, dokter, guru, bahkan superman sekalipun. Apa yang baik dalam obsesi anak itulah yang perlu didekatkan dengan alam nyata dan nilai-nilai agama. Seperti anak suka dengan superman, mengapa? Superman itu adalah cerita hayalan. Tetapi ada nilai baik yang ada di dalam bayangan anak tentang superman, maka orang tua tinggal mengarahkan saja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Begitu juga yang mempunyai cita-cita menjadi dokter, guru, dan lainnya selalu ada alasan, meskipun alasan itu sangat sederhana bahkan terkadang tidak masuk akal. Hal itu perlu diketahui bahwa pada diri anak sebenarnya banyak hal yang ingin diungkapkan, tetapi keterbatasan kosa kata dan pengalaman sehingga cukup diwakili oleh kata-kata yang kadang-kadang tidak masuk akal. Pada saat seperti inilah maka orang tua bisa masuk memberikan pemahaman yang bisa diterima oleh anak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kadang-kadang cita-cita anak tidak diungkapkan lewat kata-kata, tetapi langsung dipraktikkan. Ada anak yang langsung praktik mengajar di hadapan teman sebayanya. Ada yang naik guleng dan membayangkan dia sedang menjadi pilot. Ada pula yang main dokter-dokteran. Jika dirasa apa yang dilakukan oleh anak itu baik, maka perlu difasilitasi. Tetapi jika itu kurang baik, maka diberi pengertian yang baik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, sekarang Pernahkah Anda bertanya kepada anak tentang cita-citanya? Barangkali hal ini oleh sebagian orang tua tidak penting. Namun bagi yang ingin membangun masa depan anak hal ini sangatlah penting sebagaimana contoh-contoh yang sudah dipapatkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keberhasilan seseorang tidak lepas dari sebuah mimpi. Mimpi adalah cita-cita yang dibangun sejak awal. Jika tidak dilatihkan kepada anak-anak hal itu bukan hal yang mudah. Bahkan saat ini banyak anak SMA yang belum mengetahui cita-citanya. Sehingga sekolah hanya mempunyai tujuan untuk mendapatkan satu ijazah. Apalagi dengan adanya Ujian Nasional Sebagai kelulusan, target utamanya adalah lulus. Setelah lulus apa yang dilakukan? Masih banyak yang mengatakan “Tidak tahu”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika orang tua sudah memberikan rangsangan kepada anak dengan mengetahu cita-citanya, satu tahap sudah dilakukan. Berikutnya anak-anak dikenalkan apa yang menjadi cita-citanya itu. Tahap yang yang tidak bisa ditinggalkan adalah mengenalkan kepada anak bahwa semua cita-cita itu adalah untuk mengabdikan diri kepada Allah. Sebagaimana Allah berfirman: “ Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk mengembangkan cita-cita anak, sebaiknya orang tua tetap memasukkan nilai-nilai agama bagi anak. Jangan sampai semua cita-cita itu hanya dikaitkan dengan kesuksesan di dunia semata.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat ini banyak orang tua yang terjebak pada urusan dunia semata. Padahal tujuan akhir manusia adalah akhirat. Di sinilah kita harus bisa melibatkan Allah dalam segala konsep di dalam mengembangkan kecerdasan anak agar kelak anak-anak bisa tumbuh sempurna dalam lindungan dan petunjuk dari Allah. Apapun usaha yang kita lakukan akan senantiasa mendapat balasan dari Allah. “Jika kita berbuat baik, maka perbuatan untuk diri kita sendiri. Jika kita berbuat jelek, maka perbuatan jelek untuk diri sendiri.”Semoga kita bisa menanam benih-benih kebaikan kepada anak. Kelak kita akan menuai apa yang sudah kita tanam. Hanya anak-anak yang solehlah yang menjadi investasi terbesar bagi orang tua kelas di akhirat. Dan menjadikan orang tua bahagia saat menghadap sang Maha pencipta.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-3837904284467868831?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/3837904284467868831/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=3837904284467868831' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/3837904284467868831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/3837904284467868831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2008/10/memulai-dari-cita-cita.html' title='Memulai dari  Cita-Cita'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-7415310708524740450</id><published>2008-10-27T19:10:00.003-07:00</published><updated>2008-10-28T00:59:13.802-07:00</updated><title type='text'>Menjadikan Rumah Sebagai Sekolah Pertama bagi Anak</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Mungkin saja anak tidak memperhatikan apa yang diperintahkan oleh orang tua. Tetapi yang pasti anak akan mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tua. Pada usia-usia awal kehidupan anak di rumah bukan menjalankan intruksi tetapi merespon apa yang dilihat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika anak yang masih balita diperintah untuk solat, mungkin anak-anak belum mengerti apa itu solat. Namun ketika si anak melihat orang tuanya selalu menjalankan solat, maka secara spontan ia akan belajar dengan sendirinya. Ia akan minta solat meskipun belum bisa dengan sempurna. Begitu juga ketika orang tuanya memiliki satu keahlian tertentu dan anak-anak selalu mengamati, maka pada diri anak akan muncul keinginan untuk meniru.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika anak ditugaskan untuk mengantar makanan ke tetangga, mungkin awalnya akan malu-malu. Namun ketika orang tuanya atau kakaknya mengajak adiknya ke tetangga untuk mengantar makanan, maka suatu saat anak akan merasa senang melakukan hal yang dilakukan oleh orang tuanya dan kakaknya untuk berempati terhadap orang lain yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Usia 0-7 tahun oleh sebagian pakar pendidikan disebut sebagai fase pemrograman. Usia ini sangat penting untuk membentuk anak-anak kita. Lingkungan sekitar menjadi model bagi anak-anak. Pada usia ini anak-anak belum tahu banyak tentang benar dan salah. Apa yang dilakukan oleh lingkungan sekitarnya itulah yang akan dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada usia ini peranan orang tua cukup besar. Terbentuknya perilaku anak, baik mengenai perasaan, gejala emosional, tingkah laku, dan kebiasaan timbul dan berpusat pada orang tuanya. Jika pada saat ini apa yang dilihat dan dirasakan anak bernilai positif, sebenarnya orang tua telah melakukan pemrograman terhadap anak dengan nilai-nilai yang positif dan ini akan menguntungkan anak serta orang tua. Sebaliknya jika pada usia ini apa yang dilihat dan dirasakan anak bernilai negativ maka program yang masuk ke anak adalah nilai-nilai negativ dan ini sangat menguntungkan anak serta orang tua.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anak. Tidak ada orang tua yang ingin menjerumuskan anak-anak. Namun sering kali apa yang dilakukan oleh orang tua berlebihan. Bukan perintah dan larangan yang dibutuhkan oleh anak-anak, tetapi model yang akan selalu mendapat perhatian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada pesan dari kholifah Abu Bakar As-Siddiq yang cukup berharga buat kita orang tua. “Didiklah anak-anakmu karena mereka menghadapi zaman yang sama sekali lain dari zamanmu”. Ini warning buat orang tua bahwa tantangan zaman ke depan jauh lebih berat buat anak-anak kita. Jika kita salah membentuk di rumah, maka di mana lagi anak bisa dibentuk. Sementara rumah adalah sekolah pertama bagi anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bahkan Allah jauh-jauh sudah mengingatkan kepada kita terhadap generasi yang akan datang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagaimana yang termaktub di dalam surat An-Nisa’ ayat 9. “Orang-orang hendaklah takut kepada Allah, andaikata sesuadah wafatnya meninggalkan turunan yang lemah, yang mereka khawatirkan nasib mereka akan terlunta-lunta. Karena itu hendaklah mereka taqwa kepada Allah dan mengucapkan kata-kata yang lemah-lembut”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada dua hal yang penting untuk membentuk pribadi anak yang cerdas. Pertama adalah selalu mendekatkan diri kepada Allah. Allah maha cerdas dan yang memberikan kecerdasan. Semua ilmu adalah rahmat dari Allah. Untuk itulah sandaran yang kokoh dan tidak mudah goyah apabila selalu dekat dengan Allah. Kedua, kata-kata yang lemah-lembut, kata-kata yang baik akan dapat membentuk konsep diri anak. Anak-anak yang sejak kecil sudah memiliki konsep diri yang positif dalam kehidupannnya, maka dengan mudah akan mengembangkan kecerdasan yang dimilikinya. Sebaliknya kecerdasan yang dimiliki anak akan hilang apabila tertutup oleh konsep diri yang negatif. Sebagai sekolah pertama bagi anak-anak, maka lingkungan rumah harus mampu membangun konsep diri posirif bagi anak. Menjauhkan kata-kata yang tidak berguna, kata-kata yang membuat anak-anak jadi penakut dan minder. Justru kata-kata yang baik, lemah-lembut, yang mampu memotifasi anak untuk selalu mengembangkan kecerdasan yang dimilikinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-7415310708524740450?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/7415310708524740450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=7415310708524740450' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/7415310708524740450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/7415310708524740450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2008/10/menjadikan-rumah-sebagai-sekolah.html' title='Menjadikan Rumah Sebagai Sekolah Pertama bagi Anak'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-865080874722869950</id><published>2008-10-27T19:10:00.001-07:00</published><updated>2008-10-28T01:01:02.712-07:00</updated><title type='text'>Hati-hati Membandingkan Anak</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Maukah kita dibandingkan dengan orang lain atau dibandingkan dengan saudara. Jawabannya pasti “Tidak”. Tidak seorangpun yang suka dibandingkan dengan orang lain. Begitu juga anak, tidak akan suka dibandingkan dengan anak lain, termasuk dengan saudaranya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengapa kamu tidak seperti saudaramu?&lt;br /&gt;Kalau kamu ingin pintar, lihat saja temanmu itu!&lt;br /&gt;Kamu tidak pernah dapat nilai bagus, temanmu itu selalu nilainya bagus, mengapa&lt;br /&gt;sih?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apa yang terjadi apabila orang tua selalu membuat perbandingan anaknya dengan saudara, atau dengan orang lain. Tentunya ini sangat membebani anak. Bahkan ini hanyalah akan memunculkan perasaan dendam, baik kepada teman maupun saudaranya. Bahkan memunculkan rasa kebencian kepada orang yang membandingkan. Lebih tragis lagi adalah awal tumbuhnya kebohongan pada anak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau mau jujur dan jeli, sejak kecil orang tua sudah bisa mengenali anak sendiri. Apa sebenarnya kecenderungan yang dimiliki oleh anak. Dari pengalaman itulah sebenarnya orang tua sudah tahu apa yang menjadi kelebihan anak. Untuk selanjutnya potensi itulah yang perlu dikembangkan. Kadang-kadang orang tua tidak menyadari bahwa anaknya telah menjadi dirinya saat ini, dengan berbagai potensi yang dimiliki. Namun keinginan orang tua agar anaknya menjadi orang lain, bahkan menjadi apa yang diharapkan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masih banyak yang beranggapan bahwa kecerdasan anak hanyalah nilai di bangku sekolah. Bahkan kesuksesan anak-anak nanti akan ditentukan oleh nilai ulangan. Sudah saatnya kita semua memperhatikan anak secara komprehensif. Tidak hanya pada satu hal saja. Jauhkan “Ego” pribadi orang tua dan tidak memaksakan anak secara berlebihan. Sampai-sampai membanding-bandingkan anaknya dengan orang lain dan saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perhatikan Surat Al-Fatihah yang disebut “sab’ul masaani, ummul qur’an”. Disebut “sab'ul masaani” karena tujuh ayat yang diulang-ulang dalam setiap solat. Sedangkan disebut “ummul qur’an” karena sebagai induk dari isi al-Qur’an. Termasuk di dalam mendidik anak pun kita bisa membuat analogi surat Al-Fatihah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (1). Segala puji bagi Allah, tuhan penguasa alam semesta (2). Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang (3). Yang Menguasai Hari Pembalasan (4). Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkau pula kami mohon pertolongan (5). Tunjukkilah kami jalan yang lurus (6). Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nimat, bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai, dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat (7).”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada pelajaran yang bisa kita ambil pelajaran dalam mendidik anak dari surat Al-Fatihah. Ketika kita mohon kepada Allah, maka kita sampaikan sanjungan-sanjungan kepada Allah. Ayat 1 sampai 5 merupakan sanjungan kepada Allah. “Allah Maha Pengasih Penyayang, penguasa alam semesta, penguasa hari pembalasan, tempat menyembah dan mohon pertolongan”. Barulah pada ayat ke 5 sampai 7 kita bermohon kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Coba bandingkan, berapa kali kita memberikan penghargaan kepada anak, minimal memuji anak dibandingkan dengan kita memberikan hukuman atau menunjukkan kesalahan anak kita. Semakin diberi dorongan, ditunjukkan keunggulanhya, ia akan semakin termotivasi untuk melakukan yang terbaik. Sebaliknya, semakin disalahkan, maka semakin banyak pula anak akan melakukan kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alangkah indahnya jika hal ini bisa diterapkan ketika mendidik anak. Setiap anak pasti memiliki kelebihan dan kelebihan itulah yang disampaikan kepada anak terlebih dahulu. Berikan pengertian kepada anak, berikan dorongan, dan berikan pujian untuk anak. Dengan memahami, memberikan dorongan, dan pujian, insya-allah apa yang menjadi kelebihan anak akan terus dipelihara karena anak sudah termotifasi. Bahkan talenta yang dimiliki akan dikembangkan. Selanjutnya sambil mencari kelebihan yang lain. Bukan sebaliknya, orang tua hanya mencela terhadap kesalahan-kesalahan anak. Mencela dan mencari-cari kesalahan hanyalah akan mengukuhkan kelemahan anak. Ini sangat berakibat buruk bagi anak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada sebuah kalimat bijak yang disampaikan oleh Dorothy Low Nolte. “Jika anak banyak dicela, ia akan terbiasa menyalahkan. Jika ia banyak dimusuhi, ia akan terbiasa menentang. Jika anak dikelilingi olok-olok, ia akan menjadi minder. Jika anak serba dimengerti, ia akan terbiasa menjadi penyabar. Jika anak diberi dorongan, ia akan terbiasa percaya diri. Jika anak banyak dipuji, ia akan terbiasa percaya diri.”Ketika ingin membandingkan anak, maka bukan dengan orang lain juga bukan dengan saudara. Bandingkan anak itu dengan dirinya sendiri, bagaimana yang dulu dengan sekarang. Jika anak ada perubahan ke arah positif, maka sesungguhnya nilai yang baik bagi anak. Sebaliknya jika anak mengalami perubahan ke arah yang negative, maka arahkan agar hal itu tidak terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-865080874722869950?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/865080874722869950/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=865080874722869950' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/865080874722869950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/865080874722869950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2008/10/hati-hati-membandingkan-anak.html' title='Hati-hati Membandingkan Anak'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-8970058890930657522</id><published>2008-10-27T19:08:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T19:09:50.781-07:00</updated><title type='text'>Setiap Anak Memiliki Kecerdasan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Manusia diberi bentuk yang terbaik dibanding  makhluk lainnya, diberi akal fikiran, dan diberi keinginan atau yang sering disebut nafsu. Ini artinya manusia lahir dengan membawa potensi alamiah dan perlu untuk dikembangkan setiap potensinya sejak dini. Tentunya potensi-potensi yang baik yang perlu dikembangkan. Itulah wujud dari rasa syukur atas kesempurnan manusia yang diberikan oleh Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masih banyak orang tua kurang percaya terhadap kecerdasan anaknya. Masih banyak orang yang melihat kecerdasan hanya dari satu sisi, yaitu kecerdasan intelektual. Sementara dengan berkembangnya ilmu pengetahuan ditemukan bahwa bukan hanya IQ yang bisa menjawab tentang kesuksesan seseorang. Hal ini dapat meminimalisir keresahan orang tua bahkan bisa menjadi jawaban agar orang tua lebih bisa memahami persoalan kecerdasan anak.&lt;br /&gt;Kecerdasan diartikan sebagai kesempurnaan perkembangan akal budi (kepandaian atau ketajaman pikiran). Dengan kata lain, setiap orang yang memiliki ketajaman pikiran disebut orang yang cerdas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kecerdasan seseorang memiliki berbagai dimensi. Ada kecerdasan yang muncul secara alami ada pula yang muncul melalui proses. Kecerdasan yang muncul secara alami dan ini pemberian Allah SWT sejak lahir disebut intelligence Quotient (IQ). Terutama pada pertumbuhan awal, yakni golgen age. Pertumbuhan pada masa-masa keemasan. Ada juga kecerdasan yang muncul melalui proses pendewasaan pikiran, mengolah perasaan, dan hati, yang disebut Emotional Quotient (EQ). Ada juga kecerdasan yang muncul melalui penghayatan, pemahaman, dan pendalaman tentang agama, yang disebut Spiritual Quotient (SQ). Ada lagi kecerdasan yang muncul dari sebuah keinginan untuk mengubah hambatan menjadi peluang, yang disebut Adversity Quotient (AQ).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setiap kecerdasan yang muncul pada masing-masing pribadi merupakan ketajaman pikirannya, baik itu yang muncul secara alami, maupun yang muncul melalui proses pengasahan. Kecerdasan yang dimiliki oleh masing-masing pribadi harus selalu dikembangkan agar potensi terus melejit.&lt;br /&gt;Ini pula yang menjadi kata kunci bagi guru dan orang tua yang masih beranggapan bahwa IQ adalah segala-galanya. Sehingga ketika melihat anak yang IQ rendah, seolah-olah sudah tidak memiliki masa depan. Padahal, masih ada kecerdasan lain yang perlu dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Orang tua yang memiliki anak dengan IQ di bawah rata-rata, tidak perlu cemas dan merasa masa depan mereka akan suram. Yakini bahwa anak-anak kita memiliki masa depan yang cerah.  Berikan sandaran yang kuat bahwa  Allah yang  akan menentukan masa depan anak-anak kita. Kesuksesan abadi ada pada penentu kebijakan abadi, Dialah Sang Pencipta yang selalu mendengar hamba-hambanya yang memohon. Inilah kesuksesan yang hakiki. Kesuksesan tanpa petunjuk ilahi robbi hanyalah kesuksesan semu. Untuk itulah kecerdasan emosional (emotional quotient) dan kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient) perlu dibangun sebagai landasan utama dan pertama di lingkungan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Daniel Goelman yang memopulerkan kecerdasan emosional, dalam sebuah penelitiannya memberikan sebuah kesimpulan bahwa kecerdasan intelektual (IQ) menentukan sukses seseorang sebesar 20%. Sedangkan kecerdasan emosional (EQ) memberikan kontribusi 80% bersamaan dengan kecerdasasan spiritual (SQ).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ary Ginanjar Agustian dalam bukunya “Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosional dan Spiritual”, memberikan satu solusi bahwa untuk membangun kecerdasan emosional dan spiritual (ESQ) menggunakan pijakan prinsip 6 rukun iman dan 5 rukun Islam. Rukun iman yang 6 itu merupakan prinsip membangun mental yang dipaparkan sebagai berikut: Prinsip satu, star principle, prinsip bintang, iman kepada Allah. Prinsip dua, angel principle, iman kepada Malaikat. Prinsip tiga, leadhership principle, prinsip kepemimpinan, iman kepada rasulullah. Prinsip empat, learning principle, prinsip pembelajaran, iman kepada Al-Qur’an. Prinsip lima, vision principle, prinsip masa depan, iman kepada hari akhir. Prinsip enam, well organized principle, prinsip keteraturan, iman kepada qodlo dan qodar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sementara 5 rukun Islam, sebagai prinsip ketangguhan pribadi, personal strength dapat dijabarkan sebagai berikut: Langkah satu, mission statement, penetapan misi, persaksian, melafalkan dua kalimah syahadah. Langkah dua, character building, pembangunan karakter, selalu mendekatkan diri kepada Allah, dalam wujud shalat. Langkah tiga, self controlling, pengendalian diri, dengan banyak berpuasa, baik yang sunnah maupun yang wajib. Langkah empat, social strength, ketangguhan social, diwujudkan dalam membayar zakat, Langkah lima, total action, aplikasi total, diwujudkan dalam pelaksanaan ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Profesor Howard Gardner menawarkan konsep yang dihasilkan dari hasil sebuah penelitiannya bahwa manusia memiliki paling tidak sembilan “pusat kecerdasan”, bahkan lebih. Hal ini memberikan peluang kepada setiap manusia untuk mengembangkan setiap kecerdasan yang dimilikinya. Ingat, bahwa manusia memiliki potensi dan karakter kecerdasan yang berbeda. sembilan kecerdasan itu adalah, kecerdasan spiritual, kecerdasan linguistik, logis-matematis, visual-spasial, kinestetis-jasmani, musical, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis.            Agar kecerdasan yang dimiliki anak bisa dikembangkan secara maksimal, maka sekolah dan orang tua dituntut memiliki kepedulian dalam mengasah kecerdasan yang dimiliki anak. Orang tua tidak perlu cemas, yakini bahwa setiap anak memiliki kecerdasan dan perlu diasah agar potensi yang dimiliki saat ini bisa dikembangkan dengan baik. Sehingga kelak anak-anak kita menjadi anak yang sukses dunia dan akhirat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-8970058890930657522?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/8970058890930657522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=8970058890930657522' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/8970058890930657522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/8970058890930657522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2008/10/setiap-anak-memiliki-kecerdasan.html' title='Setiap Anak Memiliki Kecerdasan'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3376264056079196768.post-4790345801684402021</id><published>2008-10-27T19:06:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T19:07:29.065-07:00</updated><title type='text'>Teriakan yang Mematikan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ada cerita dari  penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Salomon, yang letaknya di Pasifik Selatan. Penduduk primitive ini memiliki kebiasaan meneriaki pohon dengan teriakan yang mematikan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika penduduk hendak memotong pohon yang memiliki akar kuat dan sulit untuk dipotong maka sebagian penduduk yang berani naik ke atas pohon kemudian berteriak sekuat-kuatnya dan memaki-maki pohon. Hal ini dilakukan sampai berjam-jam selama empat puluh hari.  Sungguh menakjubkan, ternyata pohon yang diteriakin itu perlahan-lahan daunnya mongering, rontok, kemudian mati.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang aneh, namun mereka telah membuktikan bahwa teriakan yang dilakukan kepada makhluk hidup, seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada juga penelitian yang dilakukan oleh seorang ilmuwan dari .Jepang tentang air. Profesor ini meneliti dua air yang dimasukkan dalam sebuah  tempat  yang terpisah untuk dibekukan. Botol yang satu senantiasa didoakan  sementara satunya diteriaki dengan kata-kata yang menghinakan. Subhanallah, ternyata setelah kedua air yang ada di dalam botol itu membeku, ternyata kristal airnya berbeda. Air dalam botol yang selalu didoakan itu bentuk kristalnya indah dan beraturan. Sementara kristal dalam air yang diteriaki  dengan kata-kata yang menghinakan,  berantakan dan tidak karuan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apa sebenarnya yang dapat dipetik dari cerita di atas? Ternyata kata-kata itu sangat berpengaruh. Setiap kali teriakan itu tertuju pada makhluk tertentu, maka berarti telah mematikan rohnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bisa dibayangkan jika itu terjadi pada manusia. Teriakan orang tua kepada anaknya. Mungkin juga suami kepada istrinya, atau sebaliknya. Terkadang juga guru kepada muridnya. Bahkan bisa saja atasan kepada bawahannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tanpa disadari teriakan itu kerap kali menyertai kita. Hal itu muncul ketika perasaan jengkel, marah, kecewa menghampiri. Orang tua ketika melihat anaknya sulit belajarnya, tiba-tiba muncul buah kata dari rasa jengkel. “Dasar bego, begini saja tidak bisa”. Kadang-kadang tidak cukup dengan suara keras. Masih diberi bonus ekspresi yang menyeramkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Begitu juga terkadang terjadi pada guru terhadap muridnya. Ketika muridnya sulit menerima pelajaran. Tak jarang ada kata keras muncul dari mulut seorang ibu. Itu semua pengaruh kejiwaan, yakni rasa jengkel dan kecewa. “Bagaimana kamu bisa pinter, mengerjakan seperti ini saja tidak bisa?”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perlu diingat, jika pohon dan air saja menjadi hancur dan rohnya mati, apalagi manusia. Itu artinya, setiap kali kita berteriak, maka kita sudah mematikan orang yang kita cintai. Bisa saja anak kita. Bisa juga murid kita. Teriakan-teriakan itu hanyalah akan menjauhkan jiwa seseorang. Anak yang tadinya dekat dengan orang tua, guru yang tadinya dekat dengan siswanya hatinya akan semakin menjauh, meskipun secara fisik tampak begitu dekat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika kita masih bisa berbicara dengan baik-baik, kenapa harus berteriak. Berteriak hanyalah untuk orang-orang yang memang berjauhan. Jangan sampai secara fisik kita dekat dengan saudara kita, anak kita, dan murid kita. Ternyata secara hati kita justru jauh dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk masalah ini, ada dua peringatan Allah yang ditujukan kepada manusia, khususnya di dalam mendidik anak. Surat An_nisa’ ayat 9 : “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya meninggalkan anak-anak yang lemah di belakang mereka, maka hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mengucapkan perkataan yang baik”. Allah juga mengingatkan di dalam surat Luqman ayat 19: “Dan sederhanalah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai.”             &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai orang tua dan guru, semoga kita diberi kekuatan oleh Allah di dalam mendidik anak. Kita diberikan kesabaran terhadap godaan hati, kejengkelan, kecewa. Sehingga tidak sampai mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan karena hal itu akan berakibat buruk bagi anak-anak kita.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3376264056079196768-4790345801684402021?l=najibsulhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://najibsulhan.blogspot.com/feeds/4790345801684402021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3376264056079196768&amp;postID=4790345801684402021' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/4790345801684402021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3376264056079196768/posts/default/4790345801684402021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://najibsulhan.blogspot.com/2008/10/teriakan-yang-mematikan.html' title='Teriakan yang Mematikan'/><author><name>NAJIB SULHAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13137921004396321470</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_vlVjDyV_lVI/SQZ2GVvcv7I/AAAAAAAAAAM/fKjvLrdrifs/S220/untitled.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
